DBD Masih Mengintai Kabupaten Kerinci, Dinkes Catat 33 Kasus

  • 10 Apr 2026 00:15 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci masih menjadi perhatian serius hingga awal tahun 2026. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 33 kasus sejak Januari hingga Maret 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hermizan, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya potensi penyebaran penyakit tersebut. Tingginya tingkat kelembaban di wilayah Kerinci, yang saat ini mencapai sekitar 80 persen, dinilai sangat ideal bagi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD.

“Kelembaban di atas 60 persen sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan nyamuk. Dengan kondisi saat ini, masyarakat harus lebih waspada,” ujarnya pada Kamis, 9 April 2026.

Meski jumlah kasus mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di mana pada Januari hingga Maret 2025 tercatat 26 kasus,Hermizan menegaskan bahwa peningkatan tersebut masih tergolong tidak signifikan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan langkah pencegahan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, hingga kampanye penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif menjalankan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang berpotensi menampung air, serta mendaur ulang barang bekas. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan populasi nyamuk penyebab DBD.

Dengan kondisi cuaca yang masih mendukung penyebaran penyakit, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah lonjakan kasus DBD di Kabupaten Kerinci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....