Food Coma, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
- 26 Feb 2026 23:02 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Food coma atau dalam istilah medis disebut postprandial somnolence terjadi akibat perubahan pada sistem pencernaan dan hormon setelah makan besar atau mukbang. Banyak orang mengira hanya makanan berat yang bisa memicu food coma. Padahal, jenis makanan juga berperan besar terhadap munculnya rasa kantuk dan lesu setelah makan. Food coma muncul ketika tubuh merespons asupan makanan dalam jumlah besar. Setelah makan, tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk memproses makanan. Akibatnya, aliran darah ke otak sedikit berkurang, memicu rasa kantuk dan lemas.
Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya food coma, antara lain:
1. Makanan tinggi karbohidrat
Karbohidrat, seperti yang ditemukan pada nasi, roti, mie, dan pasta, merupakan sumber energi utama tubuh. Namun, karbohidrat sederhana sangat mudah dan cepat dicerna, sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba. Pankreas kemudian melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah. Nah, setelah lonjakan tadi menurun dengan cepat, tubuh justru menjadi lemas dan rentan mengantuk. Reaksi ini biasanya lebih terasa jika Anda makan dalam jumlah besar atau menambah asupan gula setelah makan makanan utama.
2. Makanan berlemak tinggi
Gorengan, daging berlemak, makanan bersantan, dan berbagai hidangan kaya lemak memang terasa nikmat. Namun, lemak akan memperlambat proses pencernaan di saluran cerna. Saat sistem pencernaan bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memecah lemak, tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Inilah sebabnya Anda merasa lelah dan kantuk setelah menyantap makanan berlemak tinggi. Selain itu, makanan ini juga dapat memicu rasa begah dan ketidaknyamanan di perut, yang semakin menambah keinginan untuk beristirahat setelah makan.
3. Makanan tinggi gula
Kue, cokelat, minuman bersoda, dan camilan manis lain mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh. Gula ini langsung memberikan dorongan energi singkat, tetapi efeknya hanya terasa sesaat. Setelah itu, kadar gula darah turun kembali dengan cepat sehingga Anda malah akan merasa lelah dan mengantuk. Pola naik turunnya gula darah seperti ini sering terjadi jika Anda mengonsumsi banyak makanan atau minuman manis dalam satu waktu, terutama tanpa disertai asupan serat atau protein yang cukup.
4. Kebiasaan setelah makan
Selain jenis makanan, kebiasaan langsung duduk santai atau berbaring setelah makan juga memperburuk food coma. Ketika Anda tidak aktif bergerak dan tubuh cenderung diam, proses pencernaan menjadi lebih lambat.Hal ini menyebabkan darah tetap terarah ke saluran pencernaan dalam waktu lebih lama, sehingga rasa kantuk dan lelah makin terasa. Aktivitas ringan setelah makan, seperti berjalan kaki beberapa menit, justru dapat membantu memperlancar pencernaan dan mengurangi kemungkinan mengalami food coma. Dengan memahami berbagai penyebab di atas, Anda bisa lebih bijak memilih makanan dan pola makan supaya tubuh tetap segar, produktif setelah makan, dan terhindar dari food coma.
Gejala Food Coma
Food coma biasanya muncul 30–60 menit setelah makan besar. Gejala yang sering dirasakan meliputi:
- Rasa kantuk yang sulit ditahan
- Tubuh terasa lemas atau berat
- Sulit fokus atau berkonsentrasi
Mata terasa berat, ingin dipejamkan
Gejala tersebut umumnya ringan dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu singkat. Namun, jika Anda sering mengalami food coma hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya perhatikan pola makan dan kondisi kesehatan Anda.
Cara Mencegah Food Coma
Agar tidak mudah mengalami food coma setelah makan, coba terapkan beberapa langkah berikut ini, yuk:
- Pastikan mengonsumsi makanan dalam porsi secukupnya, jangan berlebihan.
- Perbanyak sayur dan serat di setiap menu makanan.
- Kurangi makanan tinggi karbohidrat sederhana dan gula.
- Konsumsi protein sesuai kebutuhan untuk menjaga energi lebih stabil.
- Hindari langsung tidur atau berbaring setelah makan.
Lakukan peregangan atau jalan santai setelah makan untuk membantu pencernaan.
Dengan kebiasaan makan sehat dan seimbang, tubuh akan lebih bertenaga dan risiko food coma pun berkurang. Food coma umumnya bukan masalah serius. Namun, jika Anda sering merasa sangat mengantuk atau lemas setelah makan, apalagi jika disertai gejala lain, seperti jantung berdebar, keringat dingin, atau pusing, waspadai kemungkinan gangguan gula darah, intoleransi makanan, atau masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan khusus.