Apakah Anemia Berbahaya? Simak Penjelasan Lengkapnya

  • 18 Feb 2026 16:26 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah batas normal. Padahal, hemoglobin memiliki peran penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Ketika kadar hemoglobin menurun akibat anemia, suplai oksigen pun ikut berkurang sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal. Tidak heran jika banyak orang bertanya, apakah anemia berbahaya?Ketika kadar hemoglobin menurun akibat anemia, suplai oksigen pun ikut berkurang sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal. Tidak heran jika banyak orang bertanya, apakah anemia berbahaya?

Apakah Anemia Berbahaya? Inilah Faktanya

Anemia sebenarnya memiliki tingkat keparahan yang berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Oleh karena itu, banyak orang bertanya, apakah anemia berbahaya? Jawabannya tergantung pada penyebab, kadar hemoglobin, serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Ketika kadar hemoglobin rendah, tubuh kekurangan oksigen untuk menjalankan fungsi secara optimal. Dalam jangka panjang, kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, pusing, hingga menurunkan produktivitas.

Di Indonesia, anemia defisiensi besi termasuk jenis anemia yang paling sering ditemukan. Jika tidak ditangani, kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ vital. Pada anemia yang sudah tergolong berat, risiko komplikasi menjadi lebih serius. Penderita dapat mengalami sesak napas, jantung berdebar, nyeri dada, hingga pembesaran jantung atau gagal jantung akibat kerja jantung yang terlalu berat untuk memompa darah.Risiko ini juga lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Hal ini karena kebutuhan oksigen mereka lebih besar atau kondisi tubuhnya lebih rentan.

Oleh sebab itu, anemia tidak sebaiknya dianggap sepele. Jika gejala muncul atau tidak membaik meski sudah memperbaiki pola makan dan gaya hidup, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jenis-Jenis Anemia yang Sering Menjadi Masalah Serius

Beberapa jenis anemia memiliki potensi untuk menimbulkan masalah serius jika tidak segera ditangani. Berikut ini adalah beberapa tipe anemia yang umum terjadi dan perlu diwaspadai:

  1. Anemia defisiensi besi
    Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kehilangan darah kronis, atau gangguan penyerapan zat besi. Jika tidak diatasi, anemia defisiensi besi bisa menyebabkan kelelahan berat, gangguan pertumbuhan pada anak, hingga komplikasi kehamilan.
  2. Anemia defisiensi vitamin B12 atau folat
    Kekurangan vitamin B12 atau folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Pada kondisi ini, sel darah merah yang dihasilkan lebih besar dan tidak normal sehingga kurang efektif dalam mengangkut oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan saraf, kesemutan, hingga masalah memori jika berlangsung lama.
  3. Anemia aplastik
    Jenis anemia ini terjadi karena sumsum tulang gagal memproduksi cukup sel darah merah. Anemia aplastik bisa mengancam jiwa karena tubuh juga kekurangan sel darah putih dan trombosit yang penting untuk melawan infeksi dan menghentikan perdarahan.
  4. Anemia hemolitik
    Pada kondisi ini, sel darah merah hancur lebih cepat daripada yang bisa diproduksi oleh tubuh. Anemia hemolitik dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, infeksi tertentu, atau kelainan genetik dan perlu penanganan khusus untuk mencegah kerusakan organ.
  5. Anemia akibat penyakit kronis
    Penyakit kronis, seperti gagal ginjal, kanker, atau infeksi jangka panjang, juga dapat menyebabkan anemia. Jika tidak dikelola dengan baik, anemia tipe ini bisa memperburuk kondisi penyakit utama.

Kapan Anemia Memerlukan Penanganan Khusus?

Tidak semua anemia membutuhkan perawatan intensif. Namun, kondisi ini perlu segera mendapat perhatian medis jika muncul gejala berat, seperti sesak napas saat aktivitas ringan, nyeri dada, jantung berdebar, atau pingsan. Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan bahwa anemia sudah memengaruhi fungsi organ vital. Anemia juga memerlukan pengawasan lebih ketat bila terjadi pada kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia, karena risiko komplikasinya lebih tinggi. Selain itu, jika anemia tidak membaik meskipun sudah memperbaiki pola makan atau mengonsumsi suplemen zat besi, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari kemungkinan penyebab lain.

Rekomendasi Berita