Humerus, Ketahui Fungsi, Gangguan, dan Cara Menjaga Kesehatanya

  • 14 Feb 2026 08:43 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Secara anatomi, humerus terdiri dari tiga bagian utama, yaitu ujung atas (proksimal) yang membentuk sendi bahu, batang tulang (diafisis), serta ujung bawah (distal) yang berhubungan dengan tulang lengan bawah pada sendi siku. Selain berfungsi sebagai penopang struktur lengan, humerus juga menjadi tempat melekatnya berbagai otot penting, seperti otot bahu, bisep, dan trisep, yang berperan dalam gerakan mengangkat, menekuk, serta meluruskan lengan. Oleh karena itu, kondisi tulang humerus sangat memengaruhi kekuatan dan kelenturan gerak lengan.

Berbagai Fungsi Humerus

Humerus berperan sebagai tulang utama di lengan atas yang menopang dan memungkinkan berbagai gerakan. Berikut ini adalah fungsi utama humerus yang perlu diketahui:

  1. Menghubungkan bahu dan siku
    Humerus membujur dari bahu hingga siku, memfasilitasi pertemuan antara sendi bahu dan sendi siku. Pada ujung atas, kepala humerus berbentuk setengah bulat masuk ke dalam soket bahu dan menciptakan sendi yang fleksibel, sehingga lengan bisa digerakkan ke berbagai arah. Bagian bawah humerus terhubung dengan radius dan ulna, yaitu dua tulang lengan bawah yang memungkinkan Anda menekuk dan meluruskan siku. Dengan posisinya yang menghubungkan dua sendi ini, humerus sangat penting untuk stabilitas dan koordinasi gerak lengan atas secara keseluruhan.
  2. Mendukung pergerakan lengan
    Humerus menjadi tempat menempelnya sejumlah otot besar di lengan. Otot-otot ini terikat melalui jaringan tendon, sehingga memungkinkan gerakan, seperti mengangkat tangan, menekuk siku, hingga memutar lengan ke dalam atau ke luar. Humerus juga berperan sebagai tumpuan gaya ketika Anda mengangkat benda, melakukan olahraga, atau menjalani aktivitas fisik lainnya. Tanpa humerus yang kuat dan sehat, berbagai gerak lengan sehari-hari dapat terganggu atau bahkan tidak bisa dilakukan dengan optimal.
  3. Melindungi jaringan penting
    Selain mendukung gerakan, humerus juga berfungsi sebagai pelindung bagi pembuluh darah dan saraf yang melewati area lengan atas. Salah satu saraf terpenting yang melewati humerus adalah saraf radial yang mengatur sensasi dan pergerakan di sebagian lengan bawah dan tangan. Letak humerus yang “membungkus” struktur ini membantu melindungi jaringan lunak dari cedera langsung akibat benturan. Namun, bila tulang humerus mengalami patah, misalnya akibat jatuh atau kecelakaan, saraf dan pembuluh darah di sekitarnya juga berisiko rusak dan bisa menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti kesemutan, kehilangan sensasi, atau kelemahan pada lengan dan tangan.

Risiko Cedera dan Gangguan pada Humerus

Meskipun sering luput dari perhatian, humerus cukup rentan mengalami cedera, terutama akibat aktivitas tertentu atau kecelakaan. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang umum terjadi pada humerus:

  1. Patah tulang humerus
    Patah tulang atau fraktur humerus terjadi ketika tulang mengalami retak akibat tekanan atau benturan keras. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh jatuh dengan tangan menahan tubuh, kecelakaan lalu lintas, atau cedera saat olahraga. Gejalanya meliputi nyeri hebat, pembengkakan, memar, dan kadang disertai bunyi saat digerakkan. Pada kasus yang berat, patah humerus bisa merusak saraf dan pembuluh darah di sekitarnya sehingga menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau kehilangan fungsi lengan. Penanganan patah tulang humerus bervariasi, bisa mulai dari pemasangan gips, penggunaan penyangga khusus, hingga tindakan operasi jika tulang benar-benar bergeser.
  2. Dislokasi sendi
    Dislokasi terjadi saat kepala humerus terlepas dari soket bahu, sehingga sendi bahu tidak lagi berada pada posisi normal. Cedera ini sering terjadi akibat benturan keras atau tarikan mendadak pada lengan, misalnya saat olahraga, jatuh, atau kecelakaan. Dislokasi menyebabkan nyeri hebat, lengan sulit digerakkan, serta bahu tampak berubah bentuk atau lebih “menonjol”. Dislokasi yang tidak segera diatasi dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan lunak, ligamen, bahkan saraf di sekitar sendi bahu. Penanganan biasanya meliputi reposisi sendi, imobilisasi, dan rehabilitasi, untuk mengembalikan kekuatan otot dan stabilitas sendi.
  3. Cedera otot dan ligamen
    Otot dan ligamen yang menempel di humerus rentan cedera, terutama akibat aktivitas berat, gerakan tiba-tiba, atau repetisi dalam waktu lama. Cedera bisa berupa robekan otot (strain), peradangan (tendinitis), hingga ligamen yang terkilir. Gejala umumnya antara lain nyeri pada lengan atas, bengkak, dan terkadang disertai kelemahan saat menggerakkan lengan. Pekerjaan fisik berat, olahraga angkat beban, atau gerakan berulang bisa memicu cedera ini. Jika tidak segera ditangani, cedera otot dan ligamen dapat memperburuk fungsi lengan dan meningkatkan risiko cedera berulang.
  4. Gangguan saraf
    Cedera pada humerus, terutama akibat patah tulang atau tekanan hebat, bisa memengaruhi saraf radial yang berjalan sepanjang tulang ini. Gangguan saraf ditandai dengan kesemutan, kehilangan sensasi, rasa lemah, hingga kesulitan menggerakkan jari atau pergelangan tangan. Gangguan ini dapat bersifat sementara jika hanya terjadi iritasi. Namun, pada kasus yang parah bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen. Penanganan tepat dan segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang pada fungsi lengan dan tangan.

Cara Menjaga Kesehatan Humerus

Menjaga tulang humerus tetap sehat penting untuk menunjang aktivitas harian Anda. Beberapa langkah berikut ini dapat membantu menjaga kekuatan dan fungsi humerus:

  • Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, ikan, kacang-kacangan, serta sayuran hijau.
  • Rutin olahraga untuk melatih lengan dan memperkuat humerus, seperti push up atau angkat beban.
  • Gunakan alat pelindung saat berolahraga dan selalu waspada ketika melakukan pekerjaan atau olahraga fisik yang intens untuk meminimalkan risiko ceder\

    Menjaga kesehatan humerus berarti menjaga kemampuan Anda untuk beraktivitas tanpa hambatan. Bila mengalami nyeri, kelemahan, atau cedera pada lengan atas, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi dan penanganan medis tepat dapat mencegah masalah yang lebih berat pada fungsi lengan Anda.

Rekomendasi Berita