Bupati Monadi dan PT KMH Tebar Harapan di Danau Kerinci

  • 13 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pagi itu, permukaan air Danau Kerinci tampak tenang. Di bawah langit biru yang membentang, sebuah perahu kayu perlahan merapat ke tepian. Beberapa kantong plastik berisi ribuan benih ikan teronggok rapi, siap dilepas ke habitat alaminya.

Di atas perahu, Bupati Kerinci, Monadi, bersama jajaran dinas terkait dan perwakilan PT KMH, bersiap melakukan restocking atau penebaran kembali ikan endemik. Satu per satu kantong dibuka, lalu benih ikan dilepaskan ke danau yang menjadi denyut kehidupan masyarakat setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari perairan danau, setiap benih yang ditebar adalah harapan baru. Harapan agar tangkapan kembali melimpah, agar ekosistem tetap terjaga, dan agar anak cucu kelak masih bisa merasakan manfaat Danau Kerinci.

“Kita ingin ekosistem tetap terjaga dan masyarakat nelayan dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujar Monadi di sela kegiatan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.

Sinergi itu tampak nyata melalui keterlibatan PT KMH dalam program ini. Perusahaan tersebut turut mendukung upaya pelestarian sumber daya perikanan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga keseimbangan alam.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Tito Rivano, menjelaskan bahwa restocking ikan endemik merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan populasi ikan lokal. Selain mempertahankan keanekaragaman hayati, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan daerah.

“Dengan meningkatnya populasi ikan lokal, kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada danau juga diharapkan semakin membaik,” katanya.

Danau Kerinci bukan hanya bentang alam yang indah. Ia adalah warisan sekaligus sumber penghidupan. Dari perairannya, ribuan keluarga memperoleh nafkah. Dari ekosistemnya, keseimbangan lingkungan dijaga.

Saat benih-benih ikan itu menyebar dan menghilang ke kedalaman danau, terselip optimisme bahwa kolaborasi dan kepedulian akan terus tumbuh. Bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah atau perusahaan, melainkan tanggung jawab bersama.

Di tepian danau, riak kecil yang ditinggalkan benih ikan menjadi simbol harapan bahwa kelestarian dan kesejahteraan dapat berjalan seiring, selama komitmen terus dijaga.

Rekomendasi Berita