Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Sungai Penuh Melonjak
- 16 Feb 2026 16:41 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Sungai Penuh mulai mengalami kenaikan. Di Pasar Induk Tanjung Bajure, Senin 16 februari 2026, harga cabai merah bahkan telah menembus Rp50 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir. Cabai merah yang sebelumnya dijual di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai hijau yang biasanya Rp28 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit, harga masih relatif stabil.

Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak pada penurunan omzet penjualan. Selain pembeli yang berkurang, sebagian cabai juga berisiko rusak karena tidak cepat terjual.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Tanjung Bajure, Rina, mengatakan kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun.
“Pembeli sekarang jauh berkurang. Biasanya cabai cepat habis, tapi sekarang sering tersisa bahkan ada yang busuk karena tidak laku,” ujarnya.
Menurut para pedagang, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca serta berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Selain itu, sebagian pasokan cabai disebut banyak dikirim ke luar daerah sehingga stok di pasar berkurang.
Pedagang lainnya, Andi, menyebutkan bahwa omzet penjualan menurun cukup signifikan.
“Omzet bisa turun sampai 20 sampai 30 persen. Banyak pembeli memilih membeli langsung ke pemasok karena harganya lebih murah,” katanya.
Meski harga cabai naik, sejumlah komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang masih relatif stabil di kisaran Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Para pedagang berharap pasokan cabai kembali normal menjelang Ramadhan agar harga dapat kembali stabil dan daya beli masyarakat meningkat.