Anggota Dewan Diduga Hina Pekerja dengan Sebutan Binatang

  • 20 Okt 2025 14:26 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh berinisial F dari Fraksi Golkar kembali menuai sorotan publik. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembongkaran Pasar Beringin, anggota dewan tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar dengan menyebut pekerja menggunakan istilah binatang. Ucapan tersebut memicu kemarahan pekerja dan tokoh adat yang berada di lokasi.

Insiden terjadi ketika Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh meninjau proses pembongkaran pasar. Dalam sidak tersebut, F awalnya mempertanyakan izin pelaksanaan pembongkaran kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag). Namun situasi memanas saat F mendatangi para pekerja dan mengucapkan kata bernada tinggi yang dianggap menghina martabat mereka.

Utih Ijal, pengawas lapangan, menyatakan bahwa pekerjaan telah dilakukan sesuai arahan dan standar operasional prosedur (SOP). Ia menegaskan bahwa persoalan perizinan merupakan urusan pemerintah, bukan pekerja.

Baca Juga: https://rri.co.id/sungaipenuh/daerah/1912439/kasdim-tekankan-disiplin-satgas-tmmd-kerja-maksimal

Namun ia sangat menyayangkan sikap anggota dewan tersebut yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat.

“Kami sangat menghormati beliau sebagai anggota dewan, tetapi tidak bisa menerima jika kami dihina dengan sebutan binatang. Di antara pekerja bahkan ada tokoh adat bergelar Depati dan Rio,” ujar Utih Ijal.

Utih meminta agar anggota dewan inisial F segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pekerja. Jika tidak ada itikad baik, mereka akan menempuh jalur adat maupun hukum.

Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sikap anggota dewan yang semestinya menjadi teladan publik dinilai telah mencederai martabat pekerja dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari anggota dewan berinisial F maupun pihak DPRD Kota Sungai Penuh terkait dugaan penghinaan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....