Punya Botol dan Kardus Bekas,Warga Sungai Penuh Bisa Tukar ke Bank Sampah

  • 11 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Sampah rumah tangga kini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi warga Kota Sungai Penuh.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh membuka layanan Bank Sampah di dua lokasi.

Warga bisa menyetorkan sampah di Lapangan Merdeka. Lokasi lainnya berada di Kantor DLH Kota Sungai Penuh.

Berbagai sampah bernilai ekonomi bisa disetorkan. Di antaranya botol plastik, besi, kardus, dan buku.

Sampah yang masih bisa didaur ulang juga dapat diterima.

Program ini menjadi salah satu upaya mengurangi jumlah sampah di Kota Sungai Penuh.

Selain itu, DLH ingin mengajak warga lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Petugas Bank Sampah DLH Kota Sungai Penuh, Dolizar, mengatakan layanan tersebut sudah berjalan hampir tiga bulan.

Meski belum diresmikan, bank sampah sudah melayani warga.

“Bank sampah ini sudah tiga bulan, tapi belum diresmikan. Namun, sudah beroperasi melayani warga,” kata Dolizar, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, warga cukup memilah sampah dari rumah. Sampah tersebut kemudian dibawa ke bank sampah untuk ditimbang.

Setiap jenis sampah memiliki harga berbeda. Nilainya mengikuti harga pasar.

Kardus dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram.

Buku berada di kisaran Rp700 per kilogram. Sementara botol plastik mencapai sekitar Rp1.400 per kilogram.

Jenis sampah lainnya juga dapat dijual. Harganya menyesuaikan ketentuan yang berlaku.

Keberadaan Bank Sampah diharapkan bisa mengubah kebiasaan masyarakat.

Sampah tidak langsung dibuang. Warga dapat memilah barang yang masih memiliki nilai ekonomi.

Kebiasaan tersebut juga membantu mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan.

Di sisi lain, warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari barang bekas.

DLH Kota Sungai Penuh berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut.

Dengan memilah sampah dari rumah, lingkungan menjadi lebih bersih. Barang bekas pun bisa berubah menjadi rupiah.

Bank Sampah akhirnya bukan hanya soal kebersihan. Program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....