Kebakaran Mengintai, Damkar Kerinci Hadapi Keterbatasan Armada
- 10 Sep 2026 11:36 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kerinci harus berpacu dengan waktu setiap kali menerima laporan kebakaran. Keterbatasan armada menjadi salah satu tantangan utama, terlebih ketika titik api berada jauh dari pusat pelayanan.
Kabupaten Kerinci memiliki wilayah yang luas dengan 18 kecamatan yang tersebar cukup jauh. Kondisi geografis tersebut membuat kecepatan mobilisasi menjadi sangat penting dalam upaya mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Siswandi, mengungkapkan saat ini pihaknya hanya memiliki delapan unit armada yang masih dapat digunakan untuk menangani kebakaran.
“Petugas hanya memiliki delapan unit armada yang bisa digunakan,” kata Siswandi, Rabu 9 Septemer 2026
Kondisi tersebut semakin berat karena tiga unit armada lainnya mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran.
Dari delapan armada yang masih beroperasi, hanya dua unit yang tergolong lebih baru, yakni kendaraan produksi 2015. Sementara enam armada lainnya merupakan kendaraan produksi 2000.
Usia kendaraan dan keterbatasan jumlah armada menjadi persoalan tersendiri bagi petugas. Situasi akan semakin sulit apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di lokasi berbeda atau terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pos pemadam.
Petugas harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai lokasi kejadian. Pada saat yang sama, api terus berkembang dan berpotensi merambat ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, setiap laporan kebakaran menjadi situasi yang harus segera direspons. Petugas dituntut bergerak secepat mungkin setelah menerima informasi dari masyarakat agar api dapat dikendalikan sebelum dampaknya semakin besar.
Siswandi berharap kondisi armada Damkar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kerinci dan DPRD.
Menurutnya, penambahan armada sekaligus peremajaan kendaraan yang sudah berusia puluhan tahun sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memikirkan keberlangsungan armada Damkar. Armada ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat ketika terjadi musibah kebakaran,” ujarnya.
Dengan cakupan pelayanan yang harus menjangkau 18 kecamatan, ketersediaan armada yang memadai bukan sekadar kebutuhan operasional. Bagi petugas Damkar, kendaraan yang siap digunakan menjadi bagian penting dalam berpacu melawan waktu ketika api mulai mengancam keselamatan warga dan harta benda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....