Bersin Bisa Bikin Masuk Penjara? Ini 5 Kasus Aneh yang Berujung Masalah Hukum
- 26 Agt 2026 11:19 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bersin menjadi respons alami tubuh terhadap gangguan dalam hidung. Tubuh mengeluarkan udara secara cepat untuk membersihkan zat yang mengganggu saluran pernapasan. Karena itu, bersin sebenarnya memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia. Namun, sejumlah peristiwa menunjukkan bahwa bersin juga pernah memicu masalah serius.
Menampar Orang yang Bersin
Orang tentu bisa merasa terganggu ketika seseorang bersin sangat dekat dengannya. Meski begitu, gangguan tersebut tidak membenarkan seseorang melakukan kekerasan. Inggris pernah menghadapi kasus aneh yang melibatkan aksi penamparan terhadap orang lanjut usia. Pelaku bahkan memilih korban hanya karena mereka bersin di tempat umum.
Peristiwa itu terjadi pada musim dingin 2015 dan membuat lansia Inggris semakin waspada. Seorang pria misterius kala itu berkeliaran sambil mencari orang yang bersin di ruang publik. Setelah korban bersin, pria tersebut langsung melancarkan tamparan. Polisi kemudian menerima laporan setelah aksi tersebut semakin sering dan meresahkan masyarakat.
Polisi akhirnya menemukan pelaku setelah melakukan penyelidikan. Petugas mengidentifikasi pria tersebut sebagai Stephen Jackson yang saat itu berusia 49 tahun. Polisi menangkap Stephen karena menampar lima orang berbeda akibat mereka bersin di ruang publik. Kelima korban tersebut berusia antara 65 hingga 82 tahun.
Persidangan kemudian mengungkap fakta lain mengenai aksi Stephen. Polisi menemukan bahwa aksi penamparan itu ternyata mencakup korban lain. Stephen juga menghadapi tuduhan telah menampar setidaknya empat orang. Ironisnya, salah satu korban ternyata masih berusia bayi.
Memaksa Orang Bersin dengan Bubuk Merica
Bersin bekerja sebagai refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam hidung. Saat bersin, seseorang juga dapat menyebarkan kuman melalui percikan udara. Selain itu, suara bersin yang keras bisa mengganggu orang yang berada di sekitarnya. Karena alasan tersebut, banyak orang memilih menjaga jarak dari orang yang terus bersin.
Namun, seorang pria asal Texas justru sengaja membuat orang lain bersin. Ia menyemprotkan bubuk merica ke wajah seorang wanita untuk memicu bersin. Aksi tersebut terjadi ketika wanita itu bekerja sebagai kasir sebuah toko. Saat korban sibuk mengepak barang belanjaannya, pria tersebut tiba-tiba menyemprot wajahnya.
Korban kemudian mengalami bersin berkali-kali setelah terkena bubuk merica. Ia juga merasakan iritasi pada tenggorokan dan harus menjalani pemeriksaan dokter. Korban kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada polisi. Petugas lantas meminta pria itu menjelaskan alasan di balik perbuatannya.
Kepala Polisi Commerce, Texas, Kerry Crews kemudian mengungkap alasan yang membuat petugas tercengang. Menurut Kerry, pria tersebut memiliki ketertarikan seksual menyimpang terhadap wanita yang bersin. Ia merasa bergairah ketika melihat wanita bersin. Polisi kemudian menangkap pria tersebut karena sengaja mencelakakan orang lain.
Bersin di Depan Foto Vladimir Putin
Vladimir Putin telah memimpin Rusia selama beberapa tahun dan menjadi tokoh politik yang sangat berpengaruh. Kebijakan pemerintahannya juga kerap memicu perdebatan di dalam maupun luar negeri. Pada 2022, Putin memerintahkan pasukan Rusia menginvasi Ukraina. Keputusan tersebut kemudian memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Di dalam negeri, Putin juga menghadapi kritik mengenai gaya pemerintahannya. Sejumlah pihak menilai pemerintahannya berjalan secara otoriter dan ketat. Putin juga menghadapi tudingan korupsi terkait penggunaan pajak dari kalangan kaya. Tuduhan tersebut muncul bersamaan dengan sorotan terhadap pembangunan rumah mewah.
Kritik terhadap Putin pernah muncul melalui aksi yang sangat tidak biasa. Pada 2012, Dimitry Karuyev melakukan protes dengan cara bersin di depan foto Putin. Aksi tersebut langsung menarik perhatian aparat. Polisi kemudian menangkap Dimitry setelah menganggap tindakannya mengganggu ketertiban.
Polisi juga menyebut Dimitry meludahi foto Putin selain bersin di depannya. Dimitry akhirnya tidak menjalani hukuman penjara dalam waktu lama. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama 15 hari karena dakwaan membuat kerusuhan. Kasus tersebut menunjukkan betapa sensitifnya aksi protes terhadap Putin pada masa itu.
Bersin Saat Wabah Flu Spanyol
Dunia pernah menghadapi pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas masyarakat di ruang publik. Kekhawatiran terhadap penularan melalui udara membuat masyarakat semakin berhati-hati. Lebih dari satu abad sebelumnya, dunia juga menghadapi wabah besar. Pandemi tersebut dikenal sebagai Flu Spanyol yang berlangsung pada 1918 hingga 1919.
Flu Spanyol menimbulkan kepanikan besar di berbagai negara. Wabah tersebut menyebabkan sekitar 100 juta orang kehilangan nyawa. Karena itu, masyarakat kala itu sangat takut ketika melihat orang batuk atau bersin. Bahkan, bersin di tempat umum bisa memicu perhatian petugas kesehatan.
Tom McKeene mengalami situasi tersebut ketika berada di Washington, Amerika Serikat. Saat itu, Tom menunggu proses persidangan terkait penjualan rokok kepada anak di bawah umur. Tom kemudian bersin ketika berada di ruang sidang. Kebetulan, seorang inspektur kesehatan juga berada di ruangan tersebut.
Petugas langsung membawa Tom untuk menjalani pemeriksaan di kantor lembaga kesehatan setempat. Setelah pemeriksaan, petugas meminta Tom tetap berada di rumah sampai kondisinya membaik. Situasi tersebut membuat Tom harus menjalani pembatasan aktivitas seperti tahanan rumah. Setelah kondisinya membaik, Tom juga harus kembali menghadiri persidangan.
Bersin Saat Mengemudi dan Menabrak Toko
Bersin sering muncul tanpa peringatan dan dapat mengganggu konsentrasi seseorang. Gangguan sesaat itu bisa menimbulkan risiko besar ketika seseorang sedang mengemudi. Peristiwa tersebut terjadi pada 2019 di Brockton, Massachusetts, Amerika Serikat. Saat itu, Brianna Reyes sedang mengendarai mobil.
Brianna tiba-tiba bersin ketika mengemudi di jalan. Gerakan tersebut membuat konsentrasinya terganggu dan mobil keluar dari jalurnya. Mobil kemudian melaju tanpa kendali dan menerobos semak-semak. Setelah itu, kendaraan tersebut menabrak sebuah toko.
Kecelakaan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang jauh lebih besar. Sebab, sebuah pom bensin berada tidak jauh dari toko yang tertabrak. Tabrakan ke arah pom bensin tentu bisa memicu risiko kebakaran besar. Beruntung, mobil Brianna tidak menabrak fasilitas tersebut.
Polisi kemudian menangani kasus yang melibatkan Brianna. Saat itu, Brianna berusia 21 tahun dan menghadapi beberapa tuduhan. Polisi menjeratnya dengan dugaan kelalaian saat berkendara dan mengemudi keluar jalur. Polisi juga menjerat Brianna terkait kerusakan properti akibat kecelakaan tersebut.
Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa bersin memang terlihat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, situasi tertentu dapat membuat refleks alami tersebut memicu persoalan serius. Karena itu, pengendara perlu menjaga konsentrasi dan mengutamakan keselamatan ketika bersin muncul. Pada akhirnya, tindakan spontan tetap membutuhkan kewaspadaan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....