Petani Sungai Penuh Andalkan Teknik Salibu untuk Hemat Waktu dan Biaya

  • 14 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Petani di Kota Sungai Penuh mulai melirik teknik salibu sebagai alternatif untuk meningkatkan efisiensi budidaya padi. Metode ini memanfaatkan sisa batang padi setelah panen untuk menghasilkan tanaman pada musim berikutnya.

Teknik salibu menawarkan proses budidaya yang lebih sederhana. Petani tidak perlu mengulang seluruh tahapan dari awal karena tanaman berikutnya tumbuh dari sisa batang padi.

Petani Sungai Penuh, Ali Ahmad, mengaku telah menerapkan teknik salibu sejak 2020. Menurutnya, metode tersebut membantu menyederhanakan pekerjaan sekaligus berpotensi menekan biaya produksi.

“Teknik salibu memanfaatkan batang padi yang tersisa setelah panen. Batang itu kita pangkas agar muncul pertumbuhan baru,” ujar Ali.Kamis 13 Agustus 2026.

Ali menjelaskan, petani perlu memangkas sisa batang padi sekitar tujuh hingga 10 hari setelah panen. Pemangkasan dilakukan dengan menyisakan batang sekitar 3 hingga 5 sentimeter dari permukaan tanah.

Setelah pemangkasan, sisa batang akan kembali menghasilkan tunas. Petani kemudian merawat tunas tersebut hingga tumbuh menjadi tanaman padi dan menghasilkan gabah pada musim berikutnya.

Metode ini membuat petani dapat mengurangi sejumlah tahapan budidaya. Petani tidak perlu melakukan penyemaian bibit dan penanaman ulang seperti pada pola tanam konvensional.

Ali berharap semakin banyak petani di Kota Sungai Penuh mengenal teknik salibu. Ia menilai metode tersebut dapat menjadi pilihan bagi petani yang ingin meningkatkan efisiensi usaha tani.

“Selain menghemat waktu, biaya untuk persiapan lahan dan pengadaan bibit juga bisa ditekan,” katanya.

Teknik salibu juga membuka peluang bagi petani untuk menjaga kesinambungan produksi padi. Namun, petani tetap perlu memperhatikan kondisi tanaman, pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit agar hasilnya optimal.

Pengembangan metode budidaya seperti salibu dapat menjadi bagian dari inovasi pertanian di Kota Sungai Penuh. Dengan penerapan yang tepat, petani berpeluang meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....