Dua Tahun Menghilang, Badak Sumatera Tak Lagi Terdeteksi di TNKS
- 18 Jul 2026 10:11 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Populasi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tidak lagi terpantau. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) mengungkapkan bahwa petugas tidak menemukan tanda-tanda keberadaan satwa langka tersebut selama dua tahun terakhir.
Kepala Bidang Konservasi BB TNKS, Delfi Andra, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai program perlindungan untuk menjaga kelestarian badak sumatera. Namun, hasil patroli dan pemantauan terbaru belum menunjukkan keberadaan mamalia bercula dua itu di kawasan konservasi.
"Berbagai upaya perlindungan sudah kami lakukan. Namun, selama dua tahun terakhir kami tidak lagi menemukan keberadaan badak sumatera di kawasan TNKS," kata Delfi, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Delfi, penurunan populasi badak sumatera menjadi salah satu penyebab satwa berstatus Kritis (Critically Endangered) tersebut tidak lagi terpantau di TNKS.
BB TNKS belum menyimpulkan badak sumatera telah hilang sepenuhnya dari alam liar. Delfi menilai satwa itu masih berpeluang bertahan di kawasan konservasi lain di Indonesia.
Ia menjelaskan badak sumatera memiliki wilayah jelajah yang luas dan hidup di habitat hutan lebat yang sulit dijangkau manusia, sehingga peluang keberadaannya di lokasi lain masih terbuka."Kemungkinan badak sumatera masih ada di kawasan hutan konservasi lainnya. Kami berharap populasinya tetap bertahan sehingga upaya pelestarian dapat terus dilakukan," ujarnya.
Meski belum lagi menemukan badak sumatera, TNKS masih menjadi habitat penting bagi berbagai satwa dilindungi lainnya. Kawasan konservasi tersebut menjadi tempat hidup harimau sumatera, gajah sumatera, tapir, beruang madu, monyet ekor panjang, dan beragam jenis satwa liar lainnya.
Keberadaan satwa-satwa tersebut menunjukkan TNKS masih memegang peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati di Pulau Sumatera.
Untuk memperkuat perlindungan kawasan, BB TNKS terus meningkatkan patroli hutan, pemantauan populasi satwa, serta pengawasan terhadap aktivitas ilegal seperti perburuan dan perambahan hutan. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelestarian habitat sekaligus memastikan satwa liar yang masih bertahan dapat berkembang biak secara alami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....