HUT RI ke-81, 327 Napi Merangin Dapat Remisi dan Beasiswa Bagi Kurang Mampu
- 17 Agt 2026 17:10 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai penuh - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Merangin berlangsung khidmat sekaligus meriah. Pemerintah Kabupaten Merangin mengisi momentum kemerdekaan dengan berbagai agenda, mulai dari pemberian remisi, penghormatan kepada veteran, peluncuran beasiswa, hingga doa untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat kebangsaan. Selain itu, para pelajar dan santri turut menghadirkan pertunjukan seni yang menambah kemeriahan peringatan HUT RI tahun ini.
Sebanyak 327 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko mendapat remisi umum dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pemerintah memberikan remisi berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-1453.PK.03 Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 321 narapidana mendapat Remisi Umum I berupa pengurangan masa tahanan. Sementara itu, enam narapidana mendapat Remisi Umum II dan langsung menghirup udara bebas.
Pemerintah Kabupaten Merangin menyerahkan remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan.
"Hari ini kita memperingati Hari Ulang Tahun RI Ke-81 tahun 2026 serta di lanjutkan pemberian remisi bagi warga binaan dan beasiswa,"Ujar Bupati Merangin M.Syukur Senin 17 Agustus 2026.
Selain pemberian remisi, Pemkab Merangin juga memberikan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Kali ini, pemerintah daerah memberikan cenderamata kepada dua veteran asal Merangin, yakni M. Taher Toha dan Subari.
Pemberian tersebut menjadi bentuk penghargaan atas jasa para veteran dalam perjuangan bangsa. Karena itu, momentum HUT RI tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengenang pengorbanan generasi terdahulu.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Merangin meluncurkan program beasiswa pendidikan jenjang S1 dan S2.
Program tersebut menyasar putra-putri Merangin yang memiliki prestasi sekaligus berasal dari keluarga kurang mampu.
Bupati Merangin menandai peluncuran program secara simbolis dengan melepas balon ke udara.
Selain itu, program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026 tersebut mendukung visi dan misi Bupati Merangin periode 2025–2030 melalui konsep BARU, yakni Berdaya Saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul.
Program ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Merangin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Suasana peringatan HUT RI ke-81 semakin semarak melalui penampilan seni dan musik dari pelajar serta santri.
Paduan suara gabungan membawakan sejumlah lagu kebangsaan. Penampilan tersebut melibatkan 37 santriwati Ponpes Al-Munawaroh Bangko, 52 siswi SMP Negeri 1 Merangin, dan 50 siswi SMP Negeri 4 Merangin.
Ponpes Al-Munawaroh Bangko tampil di bawah pimpinan Ustaz David Hermanto, Lc., dengan pendamping Ustaz Romi dan Ustazah Reti.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Merangin tampil di bawah pimpinan Kepala Sekolah Ismalinda, S.Pd. Tim pelatih terdiri dari Sorta Sinaga, S.Pd., Eva Yulinda, S.Pd., dan Winda Lasmawaty, S.Pd.
Kemudian, SMP Negeri 4 Merangin tampil di bawah pimpinan Kepala Sekolah Ragil Tri Minerva, S.Pd. Tim pelatihnya yakni Mirnayati, S.Pd. dan Haratua Simatupang, S.Pd.
Pertunjukan berikutnya menghadirkan grup vokal Suara Cita Voice yang berkolaborasi dengan Dwi Jambi.
Keduanya membawakan Medley Nusantara dengan aransemen Dwi Handoko, S.Sn., M.Sn.Gr. Sementara itu, Antin Cansulistyowati, S.STP. membina penampilan tersebut.
Tujuh penyanyi muda ikut tampil dalam pertunjukan itu. Mereka terdiri dari Muhammad Alif Hernando, Nur Kumalasari, Bilqis Aura Husna, Tifani Ghesalla, Intan Raya Ramadhani, Kezia Aurelly Putri, dan Hibatullah Al-Hakim.
Selanjutnya, Marching Band Gita Widyatama SMP Negeri 1 Merangin ikut menghibur peserta upacara dengan aksi yang energik.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Merangin kemudian berakhir dengan doa bersama.
Para peserta menundukkan kepala dan memanjatkan doa sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia. Pada saat yang sama, mereka juga mendoakan para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Doa tersebut berisi harapan agar para korban mendapat keselamatan, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....