Perburuan Satwa di TNKS Menurun, BBTNKS Ajak Warga Hentikan Pemasangan Jerat
- 13 Jul 2026 12:54 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Upaya perlindungan satwa liar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat jumlah kasus perburuan satwa dilindungi terus menurun dalam dua tahun terakhir.
Keberhasilan tersebut didukung patroli rutin yang dilakukan Polisi Kehutanan BBTNKS. Petugas secara berkala menyisir kawasan hutan untuk mencari dan memusnahkan jerat yang dipasang pemburu.
Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, mengatakan operasi pembersihan jerat menjadi strategi utama dalam melindungi satwa liar dari ancaman perburuan.
Menurutnya, tim patroli terus meningkatkan pengawasan di sejumlah kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan aktivitas pemburu.
"Polisi Kehutanan terus mengintensifkan operasi jerat sebagai upaya mencegah perburuan satwa liar yang dilindungi," kata Delfi Andra.Minggu 12 Juli 2026.
Meski tren perburuan menurun, petugas masih menemukan jerat di beberapa lokasi. Salah satu kawasan yang paling sering menjadi sasaran patroli berada di perbatasan Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
BBTNKS mengingatkan bahwa jerat tidak hanya mengancam satwa yang menjadi target pemburu. Berbagai jenis satwa dilindungi juga berisiko terperangkap, mengalami luka serius, bahkan mati sebelum petugas tiba di lokasi.
Karena itu, BBTNKS mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian satwa liar dengan menghentikan pemasangan jerat dan tidak melakukan perburuan di dalam kawasan TNKS.
Menurut BBTNKS, perlindungan satwa tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan habitat satwa liar tetap lestari di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....