Hutan TNKS Terancam,Balai Besar Ungkap Kerusakan Capai 7,36 Persen
- 20 Apr 2026 12:24 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tengah menghadapi ancaman serius. Aktivitas perambahan hutan dilaporkan kian meluas, menggerus kawasan konservasi yang selama ini menjadi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati di Sumatera.
Data dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat mengungkapkan, dari total sekitar 1,4 juta hektare luas TNKS, sekitar 7,36 persen kini telah berubah menjadi area terbuka. Lahan-lahan tersebut diduga kuat merupakan hasil garapan ilegal oleh oknum masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Kondisi ini menjadi alarm keras bagi kelestarian lingkungan. TNKS yang dikenal sebagai rumah bagi berbagai flora dan fauna langka kini terus tertekan oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci, David, menyebut pihaknya tak tinggal diam. Patroli rutin terus digencarkan untuk menekan laju perambahan. Namun, di lapangan, petugas masih sering menemukan tanda-tanda aktivitas ilegal.
“Kami kerap menemukan peralatan seperti gergaji yang ditinggalkan pelaku saat mengetahui kedatangan petugas. Beberapa pelaku juga sudah kami amankan dan diproses secara hukum,” ungkapnya.Senen 20 April 2026.
Ia menegaskan, perambahan hutan bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keseimbangan alam. Kerusakan hutan dapat memicu berbagai bencana, mulai dari erosi, banjir, hingga kekeringan, serta mengancam habitat alami satwa liar.
“Hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan. Jika terus dirusak, dampaknya akan kembali ke manusia,” tegasnya.
Ke depan, pihak pengelola berkomitmen memperkuat pengawasan dan penegakan hukum demi menyelamatkan kawasan TNKS dari kerusakan yang lebih parah. Upaya ini diharapkan dapat menahan laju perambahan sekaligus menjaga warisan alam Sumatera tetap lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....