Festival Kenduri Psko Hidupkan Budaya dan UMKM hingga Tari Kadam

  • 12 Jul 2026 14:04 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Festival Kenduri Psko 2026 resmi menggema di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Bawah Bangko, Sabtu 11 Juli 2026 malam. Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Merangin memanfaatkan festival budaya tersebut sebagai ajang melestarikan tradisi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani membuka langsung festival tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni hadir mewakili Bupati H. M. Syukur, didampingi Wakil Ketua DPRD Merangin Herman Effendi.

Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan bahwa Kenduri Psko bukan sekadar agenda budaya tahunan. Tradisi tersebut menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Menurutnya, Kenduri Psko menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan. Tradisi itu juga mempererat hubungan sosial, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

"Kegiatan ini mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah serta penghormatan adat dan tradisi leluhur. Nilai-nilai itu menjadi fondasi kuat membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan berkepribadian," ujar Abdullah Sani.

Ia menilai pelaksanaan Festival Kenduri Psko memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah. Festival itu juga menjadi sarana edukasi agar generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat.

Abdullah Sani mengajak generasi muda menjadikan budaya sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

"Generasi muda yang beradat akan terhindar dari bahaya pengaruh narkoba. Karena itu, pahami dan lestarikan adat budaya kita serta rajinlah berolahraga agar menjadi generasi anti narkoba," katanya.

Sekda Merangin Zulhifni mengatakan festival budaya mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Pemanfaatan ruang publik sebagai lokasi festival membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pengrajin, hingga pedagang kuliner.

Ia mengapresiasi seluruh panitia Sanggar Pelito Mudo, pegiat budaya, dan masyarakat yang menginisiasi penyelenggaraan Festival Kenduri Psko.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin maupun pribadi, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Sanggar Pelito Mudo, pegiat budaya, dan masyarakat yang telah menginisiasi Festival Kenduri Psko yang luar biasa ini," ujar Zulhifni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....