Perlunya Regenerasi Bahasa Daerah Agar Tidak Tergerus Zaman

  • 19 Jan 2026 22:10 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Regenerasi bahasa adalah proses penggantian, pembaruan, atau peremajaan penggunaan bahasa dari generasi tua ke generasi muda, memastikan bahasa tetap hidup, relevan, dan dipahami oleh penerus bangsa, sering kali melibatkan pengajaran, adaptasi nilai, dan pembentukan pemahaman baru tentang bahasa tersebut agar tidak punah atau kehilangan maknanya.

Regenerasi bahasa daerah sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan keberagaman linguistik Indonesia di tengah arus globalisasi. Beberapa gambaran penting akan regenerasi bahasa daerah yang berhasil disarikan dari beberapa sumber terpercaya sebagai berikut:

1. Alasan Utama - Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan identitas etnis dan kemajemukan bangsa. Tanpa regenerasi melalui generasi muda sebagai penutur aktif, banyak bahasa berisiko punah, seperti yang dialami beberapa bahasa lokal akibat dominasi bahasa Indonesia dan asing.

2. Ancaman dan Dampak - Globalisasi serta kebijakan pendidikan yang membuat bahasa daerah opsional mempercepat penurunan penutur, sehingga hilangnya bahasa berarti kehilangan pengetahuan tradisional dan kebhinekaan. Kepunahan satu bahasa daerah merugikan secara linguistik dan budaya, sebagaimana ditekankan oleh Kemendikbudristek.

3. Upaya Revitalisasi - Program seperti Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) oleh Badan Bahasa menargetkan generasi muda melalui festival, pembelajaran, dan percontohan di provinsi seperti Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Regulasi seperti UU No. 24/2009 dan PP No. 57/2014 mendukung pelestarian ini sebagai tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....