Bupati M. Syukur Tegaskan PKL Tak Digusur, Pemkab Merangin Fokus Benahi Drainase

  • 11 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terus mempercepat penataan wajah Kota Bangko melalui pembenahan fasilitas umum, perbaikan sistem drainase, serta penataan pedagang kaki lima (PKL). Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Merangin H. M. Syukur menyampaikan, penataan kota bukan hanya bertujuan memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga mengatasi persoalan yang selama ini kerap dikeluhkan warga, seperti banjir lokal akibat saluran air yang tersumbat serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat memberikan arahan di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, Kelurahan Pematang Kandis, Jumat 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati meluruskan anggapan bahwa pemerintah menggusur para pedagang kaki lima. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan semata-mata untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sesuai peruntukannya.

"Saya tidak pernah mengusir para pedagang di pinggir jalan. Yang kami lakukan adalah menata dan menempatkan mereka sesuai peruntukannya. Jika semua badan jalan dipakai berjualan, untuk apa kita bangun trotoar bagi pejalan kaki?" tegas M. Syukur.

Selain penataan PKL, Pemkab Merangin juga menemukan berbagai persoalan pada sistem drainase di Kota Bangko. Di sejumlah lokasi, saluran air mengalami penyumbatan parah. Bahkan, ditemukan saluran septic tank yang langsung dibuang ke drainase umum sehingga memperburuk kondisi lingkungan dan memperlambat aliran air.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mulai melakukan pembongkaran dan perbaikan drainase secara bertahap. Pekerjaan dimulai dari kawasan depan Yamaha hingga menuju area bawah jembatan layang.

Bupati berharap pembenahan infrastruktur tersebut dapat mengurangi potensi banjir saat musim hujan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Merangin untuk ikut berperan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan kedisiplinan seluruh warga.

"Pemerintah masih kewalahan menghadapi sampah karena masih banyak yang suka buang di jalan padahal tempat sampah sudah disiapkan. Kalau kita ingin Merangin ini berubah menjadi kota yang rapi, bersih, dan nyaman, mari kita mulai dari kedisiplinan diri kita masing-masing," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....