M. Syukur Kenang Sosok KH. Abdul Aziz Khatib, Ulama Istiqomah dari Muara Siau

  • 16 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bupati Merangin, M. Syukur, menghadiri Haul Akbar ke-3 KH. Abdul Aziz Khatib sekaligus Temu Akbar Alumni Madrasah Zuhratussa’adah yang digelar di Pondok Pesantren Al-Aziziah, Dusun Ladang Panjang, Kecamatan Muara Siau, Senin 15 Juni 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para alumni, santri, tokoh agama, serta masyarakat yang datang untuk mengenang perjuangan almarhum KH. Abdul Aziz Khatib atau yang akrab disapa Guru Aziz.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur membagikan kisah pribadi yang cukup emosional bersama almarhum. Ia mengenang momen pada tahun 2009 ketika pertama kali datang meminta doa restu untuk maju sebagai calon anggota DPD RI.

“Saya masih ingat betul, waktu itu jalan belum diaspal. Saya datang menemui beliau dan meminta doa restu. Alhamdulillah, sejak saat itu saya rutin bersilaturahmi. Terakhir saya melihat beliau saat sakit, beliau masih terlihat mengaji,” ungkapnya.

Menurut Bupati, almarhum Guru Aziz merupakan sosok ulama yang istiqomah dan rendah hati, meskipun dalam kondisi sakit dan memiliki keterbatasan penglihatan, tetap konsisten dalam berdakwah dan mengajarkan ilmu agama di Muara Siau.

Lebih lanjut, Bupati M. Syukur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan, salah satunya melalui program bantuan Rp100 juta untuk setiap pesantren.

Saat ini, terdapat sekitar 90 pesantren di Merangin yang telah mengantongi SK Kementerian Agama. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah hingga periode 2025–2027.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah stigma negatif terhadap pesantren. Menurutnya, pesantren justru menjadi tempat penting dalam membentuk karakter dan pondasi keagamaan generasi muda.

“Pesantren adalah tempat terbaik untuk membentuk akhlak dan membangun masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, dan selalu lakukan tabayun sebelum menyebarkan informasi,” pesannya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....