Inflasi Rendah, Merangin Catat Angka 0,24 Persen di tengah Tekanan Harga Nasional
- 18 Mei 2026 23:11 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual dari Jakarta, Senin 18 Mei 2026.
Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Bappeda Merangin bersama jajaran perangkat daerah terkait. Rakor juga membahas sejumlah agenda strategis lain, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Pengawasan Obat dan Makanan serta sosialisasi jaminan produk halal.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni, serta sejumlah kepala OPD, di antaranya Bappeda, BPKAD, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bagian Ekonomi, Dinas Kesehatan, perwakilan Bulog, hingga unsur Kejaksaan Negeri Merangin.
Dari pemantauan terbaru, Kabupaten Merangin mencatatkan kondisi inflasi yang relatif terkendali. Berdasarkan data Perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei 2026, angka inflasi daerah berada di level 0,24 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi yang mencapai 0,47 persen.
Sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang utama pergerakan harga, di antaranya cabai merah, bawang merah, dan daging sapi. Sementara itu, cabai rawit tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga paling tinggi pada periode tersebut.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pemantauan pasar secara berkala, penguatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi peran instansi terkait dalam menjaga distribusi barang.
Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di daerah masih berada dalam kategori stabil. Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan agar tidak membebani daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah, inflasi di Kabupaten Merangin masih stabil. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sehingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....