Bupati Merangin Ajak Warga Dialog usai Subuh, Fokus Perbaikan Infrastruktur
- 16 Mei 2026 00:11 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bupati Merangin M. Syukur kembali melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Subling) sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kegiatan kali ini digelar di Masjid Mamba’ul Hikmah, Desa Pulau Rengas Ulu, Kecamatan Bangko Barat, pada Jumat 15 Mei 2026.
Bupati hadir bersama Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rangkaian kegiatan diawali dengan salat subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama warga serta penyerahan santunan bagi fakir miskin dan anak yatim di wilayah tersebut.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan keluhan terkait lambatnya pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah titik. Menanggapi hal tersebut, Bupati M. Syukur menjelaskan bahwa kendala utama berada pada proses perencanaan dan penyesuaian harga di Dinas Pekerjaan Umum.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini telah menambah dukungan alat berat untuk mempercepat penanganan infrastruktur di lapangan.
“Kita sudah menambah dua unit grader dan dua unit bomag untuk membantu daerah yang sulit dijangkau kendaraan,” ujarnya.
Menurutnya, fokus pembangunan saat ini adalah memastikan jalan tetap fungsional agar mobilitas masyarakat tidak terhambat, sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan.
“Yang penting masyarakat bisa lewat dulu, jalan lancar, supaya ekonomi tetap bergerak,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Bupati juga memaparkan peningkatan layanan kesehatan di RSUD Merangin yang kini sudah memiliki fasilitas pemeriksaan jantung, sehingga warga tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain.
Ia menyebut fasilitas tersebut juga telah dimanfaatkan oleh pasien dari luar daerah seperti Jangkat, Sarolangun, hingga wilayah perbatasan Batanghari.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi isu negatif yang kerap dikaitkan dengan lembaga pendidikan keagamaan.
“Jangan langsung menggeneralisasi, karena yang melakukan itu biasanya hanya oknum, bukan lembaganya,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....