Sinergi Forkopimda dan Pemkab, Panen Jagung Merangin Tembus 162 Ton

  • 02 Apr 2026 22:45 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat sektor ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan pertanian produktif. Bukti nyata hadir saat Bupati Merangin, M. Syukur, memimpin Panen Raya Jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis 2 April 2026.

Lahan seluas 27 hektar milik Pemkab Merangin berhasil dikonversi menjadi kebun jagung dengan potensi produksi mencapai 5–6 ton jagung pipil per hektar. Total hasil panen diperkirakan menembus angka 135 hingga 162 ton. Dengan harga beli Bulog sebesar Rp6.300 per kilogram, panen kali ini diprediksi mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp850 juta hingga Rp1 miliar.

Bupati M. Syukur menegaskan, keberhasilan BBU Margo Tabir merupakan bagian dari strategi besar ketahanan pangan Merangin. Saat ini, Pemkab mengelola total 40 hektar lahan jagung melalui beberapa BBU, antara lain BBU Margo Tabir 27 hektar, BBU Dusun Tuo 8 hektar, BBU Jangkat 4 hektar, dan BBU Sungai Manau 1 hektar.

“Kami yakin Kabupaten Merangin bisa menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Jambi. Selain jagung, sektor padi juga menjadi kekuatan kami dengan luas lahan mencapai 11.692 hektar,” ujar Bupati dengan optimis.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati M. Syukur menginstruksikan jajaran Pemkab untuk memprioritaskan pertanian dalam anggaran daerah. Ia meminta Kepala BPKAD menambah alokasi dana pada pos perubahan agar kebutuhan sektor pertanian terpenuhi.

“Kepala BPKAD, nanti di perubahan tambahkan dana untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, tolong dipenuhi. Jika dananya tidak ada, kita cari solusinya,” tegasnya.

Panen raya ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, para Kepala Dinas terkait seperti Tanaman Pangan, Kominfo, PMD, Peternakan, dan Ketahanan Pangan, serta pihak Bulog dan BPS. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di Merangin.

Selain jagung, BBU Margo Tabir juga tengah mengembangkan komoditas lain seperti padi sawah seluas 1,8 hektar serta tanaman hortikultura seperti cabai dan kacang tanah, guna menjaga diversifikasi pangan daerah dan ketahanan pangan jangka panjang.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Merangin berpotensi menjadi pusat produksi pangan yang mampu menopang kebutuhan provinsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....