Ancaman Banjir Bandang Mengintai, BPBD Kerinci Ajak Warga Jaga Alam

  • 02 Apr 2026 21:54 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Ancaman banjir bandangmenjadi perhatian serius di Kabupaten Kerinci seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Sejumlah wilayah di Kerinci diketahui rawan terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur dalam durasi panjang. Kondisi ini tidak hanya dipicu oleh faktor alam, tetapi juga diperburuk oleh perilaku manusia yang masih kurang peduli terhadap lingkungan, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, menyampaikan bahwa beberapa wilayah yang belakangan ini berpotensi terdampak banjir bandang di antaranya Desa Tangkil serta sejumlah desa di Kecamatan Siulak.

“Wilayah-wilayah ini perlu mendapat perhatian lebih, terutama saat intensitas hujan tinggi dalam waktu lama. Biasanya rumah warga di bantaran Sungai Batang Merao sering terdampak, namun saat ini kondisinya sudah mulai berkurang,” ujarnya, Kamis 02 April 2026.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa potensi banjir tetap harus diwaspadai. Ia menjelaskan, berbagai aktivitas manusia turut memperbesar risiko terjadinya bencana, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah ke saluran drainase, hingga pembangunan yang mempersempit aliran air.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak hutan dinilai mampu menekan potensi banjir secara signifikan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih aktif memantau perkembangan cuaca, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda bencana di lingkungan sekitar.

BPBD Kabupaten Kerinci berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga dampak bencana banjir bandang dapat diminimalisir selama musim penghujan berlangsung.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....