Tradisi Tapai Ketan Koto Majidin Kerinci Tetap Lestari di tengah Arus Modernisasi
- 22 Mar 2026 23:28 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Sebuah tradisi unik dan penuh makna masih terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci. Di tengah arus modernisasi, warga setempat tetap menjaga kebiasaan turun-temurun: membuat tapai ketan setiap momen istimewa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hingga saat menyambut kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci.
Bagi masyarakat Koto Majidin, kehadiran tapai ketan bukan sekadar hidangan biasa. Sajian ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan kepada tamu. Setiap rumah hampir dipastikan menyediakan tapai ketan, bahkan tamu yang datang tidak hanya dipersilakan mencicipi, tetapi juga boleh membawanya pulang.
“Kalau tidak ada tapai ketan, rasanya belum lengkap suasana lebaran,” ungkap salah seorang warga, Minggu 22 Maret 2026.
Tapai ketan khas desa ini dibuat dari beras ketan pilihan yang difermentasi dengan proses tradisional. Setelah melalui proses fermentasi, tapai kemudian dibungkus rapi menggunakan daun kameri, yang memberikan aroma khas sekaligus menambah cita rasa alami.
| Baca juga: Lemang Tapai Jadi Favorit Takjil Ramadan |
Proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional menjadi nilai tersendiri. Selain menghadirkan rasa manis dan sedikit asam yang khas, tapai ketan juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Tradisi ini tidak hanya sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Momen berkumpul, berbagi makanan, dan saling berkunjung menjadi lebih hangat dengan kehadiran tapai ketan di setiap rumah.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Koto Majidin membuktikan bahwa tradisi lokal tetap bisa hidup dan relevan, selama terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....