Lahan Terbatas, Koperasi Merah Putih Sungai Penuh Terhambat

  • 22 Des 2025 16:02 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di desa dan kelurahan se-Kota Sungai Penuh hingga kini masih menghadapi kendala serius, terutama terkait keterbatasan lahan yang sesuai dan strategis. Kondisi ini membuat koperasi yang menjadi program nasional tersebut belum dapat beroperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Sungai Penuh, Tiaruddin Arsi, mengatakan luas wilayah Kota Sungai Penuh yang hanya sekitar 36.492 hektare turut menjadi tantangan. Sekitar 30 persen wilayah tersebut merupakan kawasan rawa-rawa, sehingga tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan unit koperasi.

Selain itu, sesuai ketentuan, bangunan Koperasi Merah Putih harus memiliki ukuran tertentu dan berada di lokasi strategis agar mudah diakses masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan proses pembangunan koperasi di daerah tersebut berjalan lambat.

“Pembangunan Koperasi Merah Putih dilakukan secara bertahap. Mengingat luas wilayah Kota Sungai Penuh yang terbatas, tentu dibutuhkan waktu untuk percepatan program ini,” ujar Tiaruddin, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada satu pun Koperasi Merah Putih di Kota Sungai Penuh yang beroperasi. Namun, satu kantor koperasi telah diresmikan untuk dibangun, yakni Koperasi Merah Putih Desa Air Duri, Kecamatan Pondok Tinggi.

Meski menghadapi kendala, program Koperasi Merah Putih tetap menjadi prioritas karena merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Pihak Dinas Koperasi dan UKM bersama pemerintah terkait, lanjut Tiaruddin, akan segera mencari solusi terbaik terkait penyediaan lahan agar koperasi tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diketahui, saat ini terdapat 69 unit Koperasi Merah Putih di Kota Sungai Penuh, terdiri dari 65 koperasi desa dan 4 koperasi kelurahan. Seluruh koperasi tersebut telah rampung secara administrasi, termasuk akta notaris, namun belum memiliki kantor operasional.

Ke depan, pembangunan kantor Koperasi Merah Putih dan penyiapan lahan akan didampingi oleh Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) guna memastikan program berjalan sesuai rencana.

Rekomendasi Berita