NGOBRAS RRI: MPLS Jadi Momentum Bangun Karakter Peduli Lingkungan

  • 16 Jul 2026 21:51 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter peduli lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Hal tersebut mengemuka dalam program NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) yang disiarkan RRI Pro 1 Sungailiat, Kamis. 1 Mengangkat tema "MPLS Ramah: Budaya Peduli Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah", dialog menghadirkan Ketua BECAK Babel sekaligus Trainer Petabencana.id, Arinda Unigraha, bersama Tim Edukasi BECAK Babel dan DKRB Petabencana.id, Topandra.

Dalam kesempatan itu, Arinda menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan perlu diperkenalkan sejak dini agar menjadi bagian dari budaya di sekolah. Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus membekali siswa dengan kemampuan mengenali potensi bencana, memahami jalur evakuasi, hingga mengetahui tindakan yang tepat saat keadaan darurat.

"Budaya siap siaga harus dibangun sejak awal melalui MPLS. Dengan begitu, peserta didik tidak panik ketika menghadapi situasi darurat dan mampu melindungi diri maupun membantu orang lain sesuai kapasitasnya," ujarnya.

Sementara itu, Topandra mengatakan kepedulian terhadap lingkungan menjadi langkah awal dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, serta merawat pohon di lingkungan sekolah dapat mengurangi potensi terjadinya banjir maupun berbagai dampak lingkungan lainnya.

Menurutnya, edukasi kebencanaan akan lebih efektif apabila dikemas secara interaktif melalui simulasi, permainan edukatif, dan praktik langsung sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Program ini juga mendapat respons positif dari pendengar. Salah seorang pendengar RRI Pro 1 Sungailiat, Puji menyampaikan bahwa materi seperti ini sangat bermanfaat karena tidak semua sekolah rutin mengadakan simulasi bencana.

"Saya berharap edukasi seperti ini bisa menjangkau lebih banyak sekolah. Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, banjir, atau gempa agar tidak panik," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....