Dimensi Ibadah Haji Lebih dari Sekadar Ritual
- 08 Mei 2026 18:52 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Ibadah haji tidak hanya dipahami sebagai rangkaian ritual fisik semata, tetapi memiliki dimensi yang luas, mencakup spiritual, sosial, hingga pembentukan karakter. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Syaiful Zohri dalam kajian mutiara pagi RRI.
Menurutnya, dimensi pertama dalam ibadah haji adalah dimensi spiritual. Setiap rangkaian seperti thawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah serta membersihkan diri dari dosa.
“Haji itu puncak kepasrahan seorang hamba. Semua atribut dunia dilepas, diganti dengan kesederhanaan,” ujarnya.
| Baca juga: Memaknai Sejarah dan Hikmah Berkurban |

Selain itu, haji juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul tanpa membedakan status sosial, suku, maupun jabatan. Hal ini mencerminkan nilai persaudaraan dan kesetaraan dalam Islam.
“Di sana tidak ada kaya atau miskin, semua sama di hadapan Allah. Ini pelajaran besar untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dimensi berikutnya adalah pembentukan karakter. Kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan benar-benar diuji selama pelaksanaan ibadah haji. Mulai dari antrean panjang, cuaca ekstrem, hingga kondisi fisik yang menantang, semuanya menjadi proses pembelajaran bagi jamaah.
Sementara itu, salah satu pendengar, Irwan, memberikan tanggapannya terkait pemahaman dimensi ibadah haji ini. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mendengarkan penjelasan tersebut.
“Selama ini saya mengira haji itu hanya soal mampu secara finansial dan fisik. Ternyata ada makna yang jauh lebih dalam, terutama soal memperbaiki diri dan hubungan dengan sesama,” ungkapnya.
Irwan juga berharap materi seperti ini lebih sering disampaikan agar masyarakat tidak hanya fokus pada aspek seremonial, tetapi juga mampu menghayati makna haji secara utuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....