Memaknai Sejarah dan Hikmah Berkurban

  • 07 Mei 2026 17:41 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Ibadah kurban yang dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan memiliki nilai sejarah dan hikmah yang mendalam bagi umat Islam.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz Jaja Sulaiman dalam kajian keagamaan Mutiara Pagi yang disiarkan RRI Pro 1 Sungailiat.

Menurutnya, sejarah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah dari Allah untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Peristiwa tersebut menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Dari peristiwa itu kita belajar bahwa keimanan harus dibuktikan dengan pengorbanan. Nabi Ibrahim menunjukkan kepatuhan total, dan Nabi Ismail menunjukkan keikhlasan luar biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, hikmah kurban tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

“Esensi kurban adalah berbagi dan merasakan kebahagiaan bersama. Ini momen penting untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan empati sosial,” tambahnya.

Salah seorang pendengar RRI, Andi menilai kurban juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. “Biasanya kami gotong royong dari proses penyembelihan sampai pembagian. Jadi bukan hanya ibadah, tapi juga kebersamaan,” katanya.

Dengan memahami sejarah dan hikmah berkurban, masyarakat diharapkan tidak hanya menjalankan ibadah secara seremonial, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....