Label Kepribadian Dipertanyakan, Anak Muda Tolak Dikotak-kotakkan

  • 19 Mar 2026 22:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Tren pelabelan kepribadian seperti alpha, beta, dan sigma di kalangan anak muda menjadi perbincangan dalam program Cerita Penutup Hari Pro 2 RRI Sungailiat edisi Selasa, 17 Maret 2026.

Salah satu pendengar, Irene dari Sungailiat menilai bahwa pelabelan tersebut terkadang memiliki sisi positif dalam membantu seseorang memahami karakter diri.

“Menurutku pelabelan alpha, beta, sigma itu penting karena bisa menentukan kepribadian kita dan berpengaruh ke cara kita bicara, kerja, dan berkomunikasi,” ujarnya.

Namun demikian, Irene juga mengingatkan adanya dampak negatif dari pelabelan tersebut, terutama jika digunakan secara berlebihan hingga membuat seseorang terkotak-kotakkan.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Subeling, yang menilai bahwa tren pelabelan tersebut kini mulai bergeser. Menurutnya, saat ini masyarakat tidak lagi terlalu fokus pada dominasi karakter, melainkan bagaimana seseorang mampu membawa diri dalam berbagai situasi.

“Sekarang bukan lagi soal siapa yang dominan, tapi bagaimana seseorang bisa menyeimbangkan keberanian dan fleksibilitas dalam dirinya,” jelas Subeling.

Ia mencontohkan, perempuan saat ini semakin berani mengambil peran kepemimpinan, baik dalam organisasi maupun dunia profesional. Sementara itu, laki-laki juga mulai menunjukkan sikap yang lebih adaptif dan suportif tanpa harus selalu tampil dominan.

Menurutnya, perkembangan ini menunjukkan bahwa kepribadian tidak bisa disederhanakan hanya dalam satu label tertentu.

Melalui diskusi tersebut, pendengar diajak untuk lebih bijak dalam menyikapi tren pelabelan kepribadian, serta lebih fokus pada pengembangan diri tanpa harus terjebak dalam stereotip tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....