Jarak Bukan Penghalang, Kejar Obsesi jadi Juara PTQ RRI

  • 13 Feb 2026 01:17 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Jarak bukan penghalang. Begitu sepertinya yang ada di benak sosok muda Ferdiyansah yang siap mengawali proses untuk mengukir prestasi, raih sang juara 'lewat pintu' di ajang lomba PTQ ke- 55 LPP RRI tahun 2026.

Dari Kabupaten Bangka Selatan ke RRI Sungailiat Kabupaten Bangka (155 km) dengan menaiki kendaraan roda dua, Ferdiyansah datang ke RRI ikut mendaftarkan diri untuk ikut serta di PTQ tahun 2026. Sebagai tindak lanjut keikutsertaannya itu, Ferdiyansah melakukan rekaman tilawah di studio rekaman RRI Kamis, 12 Februari 2026.

Pekan Tilawah Al-Quran (PTQ - RRI tahun 2026, sesuai Juknis pelaksanaannya; setiap pendaftar tilawah dipersyaratkan rekaman terlebih dulu. Hasil rekaman tilawahnya akan dinilai di masing-masing Satker RRI daerah.

Suara lantunan kalam Illahi Qori Ferdiyansah itu, nantinya akan dinilai dewan juri PTQ di babak penyisihan. Bila lolos dinyatakan terbaik oleh dewa juri, maka menyiapkan paket rekaman kembali dilakukan dan akan diikutsertakan ke tingkat Kornus XIV di mana ia akan bersaing dengan peserta Qori putra lainnya darin Satker RRI Palembang, Bengkulu, Jambi dan Lampung.

Ferdiyan, begitu sapaanya. Ia menjadi tilawah memang bukan karbitan, namun itu ia lakoni sejak anak-anak, remaja dan dewasa sekarang ini. Berbagai ajang lomba tilawah seperti di ajang STQ, MTQ tingkat kabupaten dan provinsi pernah ia ikuti.

"PTQ RRI tahun lalu ikut tapi sampai di juara dua. Ya, tahun ini ikut lah, walaupun di rekam dulu," kata Ferdiyan ketika usai melakukan perekaman tilawahnya di RRI, Kamis, 12 Februari 2026.

Berkisah tentang rekaman seni tilawah membaca Al-Quran, dalam durasi 3 menit

Ferdiyan menjajal gabungan 3 irama lagu; bayyati nahwand dan hijaz. Kemampuan irama lagu itu memang sudah ia kuasai.

Ketiga jenis irama lagu itu, setiap qori atau qoriah senantiasa dilatih oleh para pelantun kalam Illahi. Hal itu diiyakan oleh Qori muda lainnya Destian. Ia pun berharap hasil rekaman tilawahnya tidak mengecewakan dewan juri.

Seperti halnya Ferdiyansah, Obsesi Dian pun berharap bisa meraih yang terbaik di daerah, untuk ikut serta di PTQ RRI hingga tingkat nasional.

Pengalaman di ajang lomba STQ ataupun MTQ di tingkat kabupaten dan provinsi menjadi penguat motivasi untuk menghasilkan yang terbaik di cabang tilawah.

"Pengalaman lomba ada sih. MTQH ke- 14 tingkat Provinsi Babel jadi juara 1 tahun 2025 di cabang tilawah remaja putra," kata Destian.

Sosok anak muda dari Kabupaten Bangka Tengah ini juga mengatakan bahwa saat rekaman ia mencoba 3 irama tilawah; bayyati, nahwand dan Hijaz. Baginya ketiga irama itu cukup familer. Ia pun mengakui selain irama itu ada juga yang lainnya seperti Shoba, Rost, Sika, dan Jiharkah; masing-masing irama itu memiliki karakteristik berbeda.

Destian dan Ferdiyansah, keduanya menaruh harapan di setiap ajang lomba. Keduanya kerap kali bertemu dalam ajang MTQ di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keduanya juga kembali berjumpa di kepesertaan PTQ RRI ke- 55/2026.

Hanya akan muncul satu yang terbaik nantinya. Namun bagi keduanya sama-sama meyakini bahwa suatu kesuksesan tidak akan diraih tanpa proses. Meski keduanya harus datang ke RRI Sungailiat dengan kendaraan motor baginya itu adalah bagian dari proses. Dalam berproses, jarak tempuh dari Bangka Tengah ke RRI Sungailiat (89 km) bagi Destian juga bukan jadi penghalang untuk melangkah menuju obsesi sang juara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....