Aktivis Jelaskan Alasan Perempuan Rentan Mengalami Kekerasan
- 12 Mar 2026 11:14 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Kerentanan perempuan terhadap kekerasan masih menjadi perhatian dalam peringatan Hari Perempuan Internasional tahun 2026. Hal ini dibahas dalam dialog interaktif Pengarusutamaan Gender di Pro 1 RRI Sungailiat pada Senin, 9 Maret 2026.
Pembahasan tersebut muncul setelah pertanyaan dari pendengar bernama Joko dari Sungailiat yang disampaikan melalui pesan WhatsApp saat dialog berlangsung. Ia menanyakan mengapa perempuan sering menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan (LSM P2H2P) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zubaida, menjelaskan bahwa kerentanan perempuan tidak hanya berkaitan dengan faktor fisik. Menurutnya, faktor psikologis dan sosial juga turut memengaruhi kondisi tersebut.
“Banyak perempuan yang merasa takut atau malu untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya. Selain itu, korban juga sering mempertimbangkan kondisi keluarga, anak, maupun lingkungan sebelum memutuskan untuk melapor,” ungkap Zubaida..
Ia menambahkan, pendampingan bagi korban menjadi hal yang sangat penting. Pendampingan dinilai dapat membantu memberikan dukungan psikologis sekaligus keberanian bagi korban untuk menyampaikan kejadian yang dialami.
“Pendampingan ini penting agar korban merasa tidak sendiri. Dengan adanya dukungan, korban bisa lebih berani untuk melaporkan dan mendapatkan perlindungan yang semestinya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga saat ini lembaganya telah menangani sekitar 12 kasus kekerasan. Sementara pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 41 kasus yang sebagian besar berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap anak.
Ia berharap melalui momentum Hari Perempuan Internasional, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan semakin meningkat. Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, keluarga, maupun masyarakat.