Hari Perempuan Internasional, Kekerasan Masih Jadi Sorotan

  • 11 Mar 2026 12:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Hari Perempuan Internasional telah diperingati pada 8 Maret 2026 lalu. Pada peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini, tema yang diambil adalah 'Hak Atas Keadilan Aksi untuk Semua Perempuan'.

Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah serius yang disoroti, termasuk oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan (P2H2P) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Untuk hari ini dari Januari 2026 sampai saat ini kami sudah menangani 12 kasus. Untuk tahun 2025 kemarin itu ada empat puluh satu kasus," kata Zubaidah, Ketua LSM P2H2P Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam Dialog Interaktif Pengarusutamaan Gender, di Pro 1 RRI Sungailiat, Senin, 9 Maret 2026.

Zubaidah mengatakan, ada banyak faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga perlu peran keluarga dan orang terdekat untuk memberikan perlindungan. Salah satu faktor adalah kemajuan teknologi informasi.

"Itu pemicu yang luar biasa dan mudah diakses dan mudah dilakukan oleh pelaku yang punya niat tidak baik terhadap korban-korbannya," kata Zubaidah.

Sementara itu salah seorang partisipan dalam dialog, Irene warga Sungailiat, mempertanyakan bagaimana peran yang bisa dilakukan laki laki, dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan.

"Bagiamana peran para kaum lelaki di sekitar kita untuk membantu agar hak atas keadilan perempuan bisa benar-benar ditegakkan?," tanya Irene.

Zubaidah menjawab laki laki dapat meningkatkan kepekaan dan keperduliannya, di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.

"Laki-laki tersebut harus paham dengan hak-hak dan kewajiban kita sebagai manusia karena perempuan itu sangat identik rentan dengan segala kelemahannya. Jadi memang peran laki-laki itu kita butuhkan," kata Zubaidah.

Rekomendasi Berita