Inflasi Tanjungpandan September 2026 Tertinggi sejak Januari 2024

  • 05 Okt 2026 10:48 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Inflasi Tanjungpandan pada September 2026 mencapai 1,89 persen secara month-to-month (m-to-m), sekaligus menjadi angka inflasi bulanan tertinggi sejak Januari 2024.

Kepala BPS Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati, mengatakan, selain inflasi bulanan, Tanjungpandan mencatat inflasi sebesar 5,01 persen secara year-on-year (y-on-y) dan 3,91 persen secara year-to-date (y-to-d).

"Penyumbang utama inflasi September 2026 secara year-on-year maupun month-to-month berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau," ujar Baiq, dalam rilis yang dikutip dari laman resmi Diskominfo Kabupaten Belitung, Kamis, 1 Oktober 2026.

Baiq menjelaskan, berdasarkan perkembangan inflasi Tanjungpandan, angka pada September 2026 mengalami peningkatan cukup tinggi dibandingkan Agustus 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tercatat mengalami inflasi pada September 2026.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Belitung Meltalia, mengatakan data inflasi yang dirilis BPS tidak sekadar menunjukkan angka statistik, tetapi juga menggambarkan kondisi harga yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Tentunya data yang disampaikan BPS Kabupaten Belitung, di balik angka inflasi terdapat kondisi nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," kata Melta.

Menurutnya, menjaga stabilitas harga menjadi perhatian bersama pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Terlebih, sebagian kebutuhan masyarakat di Belitung masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Kabupaten Belitung memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga. Kelancaran distribusi, biaya transportasi dan kondisi cuaca, ketersediaan stok serta perkembangan permintaan masyarakat merupakan bagian yang perlu kita perhatikan secara bersama," jelasnya.

Pemkab Belitung juga mengajak masyarakat menerapkan pola konsumsi yang bijak dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian secara berlebihan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara permintaan masyarakat dengan ketersediaan barang, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....