Debit Air Menurun PDAM Belitung Andalkan Embung hingga November
- 29 Sep 2026 16:20 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Debit air PDAM menurun, Perumda Tirta Batu Mentas Belitung ambil solusi dari embung. Suplai air baku untuk Tanjungpandan diperkirakan bertahan hingga November 2026 di tengah kemarau.
Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Munandar katakan 80 persen suplai Kota Tanjungpandan berasal dari embung. Penurunan debit terus terjadi karena suhu tinggi dan penguapan.
"Untuk 80 persen suplai dari embung untuk wilayah Kota Tanjungpandan itu untuk dua bulan ke depan insyaallah masih terjaga. Antisipasi kita ini jangan sampai lewat dari November," ujar Munandar.
Kondisi embung terus dipantau untuk pastikan pelayanan tetap jalan. Perhatian pada ketersediaan air di titik intake untuk sedot air baku.
Kedalaman air yang bisa dimanfaatkan di area intake sisa sekitar satu meter lebih dengan luas embung 11 hektare. PDAM harus antisipasi agar suplai tetap tersedia.
"Karena stok air baku itu bukan hanya PDAM, konsumen PDAM saja yang menikmati, tapi karena ini status bencana, PDAM harus mem-backup kepentingan untuk masyarakat," katanya.
| Baca juga: Musim Kemarau, Warga Sungailiat Gali Sumur |
PDAM siapkan skenario jika air baku terus menurun. Salah satunya pembatasan jam operasional yang masih disusun.
Pelayanan normal saat ini 13 jam per hari. Skema yang dikaji pengurangan jadi enam atau tujuh jam per hari atau pola sehari beroperasi sehari tidak.
Namun skema belum diterapkan karena masih lihat tekanan jaringan dan kapasitas air.
| Baca juga: Warga Sungailiat Perdalam Sumur saat Kemarau |
Warga Tanjungpandan, Endol, menilai rencana pembatasan jam operasional PDAM dapat dipahami sebagai langkah antisipasi menghadapi berkurangnya ketersediaan air baku.
"Saya kira kalau memang kondisi airnya seperti ini, pembatasan bisa dimaklumi. Yang penting kebutuhan masyarakat tetap diperhatikan dan pembagiannya merata," ujar Endol.
Munandar imbau pelanggan siapkan tempat penampungan di rumah untuk antisipasi pembatasan. Persediaan diharapkan cukup satu hingga tiga hari.
Bagi pelanggan gangguan suplai diminta segera melapor. PDAM akan agendakan suplai air bagi yang terdampak.
"Kita berkomitmen demi menjaga pelayanan, kita berusaha semaksimal mungkin kita suplai semua pelanggan yang terdampak, yang tidak jalan airnya. Ketika mereka melapor, nanti kita agendakan, kita akan suplai air," ujar Munandar.
Pemantauan embung terus dilakukan sebagai dasar langkah pelayanan berikutnya untuk jaga ketersediaan air bersih di tengah kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....