Air Sumur Mengering, Warga Berharap Hujan Segera Turun

  • 28 Sep 2026 21:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dampak musim kemarau panjang kian dirasakan oleh warga di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kelangkaan air bersih mulai mengancam pemukiman warga setelah persediaan air sumur milik mereka mengalami kekeringan total.

Kondisi tersebut dialami oleh Ema dan Yoko, warga Sungailiat yang kini harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sumur gali yang selama ini menjadi sumber utama air bersih untuk memasak, mencuci, dan mandi kini hanya menyisakan endapan lumpur kering.

"Sudah beberapa minggu ini air sumur kering sama sekali. Kalau mau mandi atau masak, kami harus hemat-hemat betul atau minta ke tetangga yang sumurnya masih ada airnya sedikit. Kami sangat berharap hujan bisa segera turun," ujar Ema kepada RRI, Senin 28 September 2026.

Hal serupa diungkapkan Yoko. Menurutnya, musim kemarau kali ini terasa jauh lebih terik dan berdampak signifikan pada ketersediaan air tanah di wilayah pemukimannya.

"Setiap hari cuma bisa berharap cuaca mendung dan turun hujan. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami makin kesulitan dapat air bersih untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Yoko.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai kapan musim hujan akan dimulai, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bangka Belitung mengimbau warga untuk tetap bersabar dan menghemat penggunaan air bersih.

Berdasarkan rilis resmi prakiraan musim dari BMKG Bangka Belitung, awal musim penghujan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung secara umum diprediksi baru akan mulai memasuki wilayah ini pada bulan November 2026.

BMKG mengimbau masyarakat di Kabupaten Bangka dan sekitarnya agar dapat mengelola penggunaan air secara bijak serta memanfaatkan bantuan distribusi air bersih dari pihak terkait selama masa transisi menuju musim penghujan tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....