Permintaan Air Baku Meningkat Selama Kemarau
- 20 Sep 2026 20:54 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Permintaan pasokan air baku untuk kebutuhan sehari-hari warga di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, meningkat tajam dibandingkan sebelum musim kemarau.
Salah satu penyedia jasa pengangkutan air, Darmawan (47), mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering membuat sejumlah sumur warga mengalami kekeringan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mencari alternatif pasokan air, terutama untuk memenuhi kebutuhan MCK maupun konsumsi.
“Untuk Kelapa Kampit sebenarnya sangat tinggi. Karena kondisi cuaca yang kering dan berangin, rata-rata sumur warga kering. Jadi alternatifnya ada dua macam,” ujar Darmawan, Minggu, 20 September 2026.
Untuk tarif, Darmawan menyebut harga pengiriman air disesuaikan dengan jarak tempuh. Di sekitar wilayah Kelapa Kampit, tarif pengiriman berada di kisaran Rp60 ribu per ton. Sementara pengiriman ke wilayah yang lebih jauh, seperti Kecamatan Gantung, dikenakan sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per ton.
“Untuk saat sekarang ini masyarakat terus terang tidak merasa keberatan, karena mereka terbantu. Kondisi air memang benar-benar krisis,” ucapnya.
Salah satu warga Kecamatan Kelapa Kampit, Mira mengaku keberadaan jasa pengangkutan air sangat membantu, terutama ketika sumur yang selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengering.
“Memang sekarang air cukup sulit didapat, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Sumur sudah mulai kering, jadi kami terpaksa mencari pasokan air dari luar. Dengan adanya pengangkutan air ini sangat membantu," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....