Warga Bisa Usulkan Bantuan Air Bersih ke BWS Babel

  • 11 Sep 2026 21:07 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengantisipasi krisis air bersih akibat musim kemarau.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bangka Belitung, Agus Afandi, mengatakan, masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih dapat memproses bantuan secara berjenjang melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.

Agus menjelaskan prosedur pengajuan bantuan air bersih yakni Kepala desa atau lurah mendata warga yang terdampak, termasuk jumlah kepala keluarga (KK) dan kebutuhan air di wilayahnya.

Setelah itu, pihak desa/kelurahan mengajukan surat permohonan resmi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS), kemudian tim BWS akan turun ke lokasi untuk memverifikasi data dan menentukan kelayakan bantuan hingga menetapkan titik penyaluran air bersih di lokasi strategis wilayah terdampak (bukan ke rumah warga secara individual).

“Nanti Balai Wilayah Sungai akan melakukan survei ke wilayah yang meminta bantuan. Mereka akan menetapkan titik bantuannya di mana drop-nya, tidak ke rumah-rumah," ujar Agus.

Ia menambahkan, BPBD bertindak sebagai pendpamping selama proses penyaluran bantuan berlangsung. Namun, BPBD siap menerjunkan dukungan armada tambahan jika kapasitas BWS membutuhkan perkuatan di lapangan.

"BWS biasanya bisa menyalurkan sendiri karena armada kendaraannya cukup banyak dan fasilitas pengambilan airnya memadai. Namun, jika diperlukan supporting lebih, kami dari BPBD siap turun mendampingi," katanya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, seiring adanya potensi fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027.

Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, mengatakan, peluang terjadinya El Nino masih cukup besar sehingga berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

"Berdasarkan hasil monitoring, peluang terjadinya El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal tahun 2027. Dengan kondisi tersebut, musim kemarau diperkirakan juga akan berlangsung hingga awal tahun," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....