Pentingnya Plasma Bagi Stabilitas Ekonomi Daerah

  • 14 Sep 2026 20:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan menyusutnya ketersediaan air bersih dan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga sumber air yang tersisa dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, mengungkapkan bahwa pasokan air bersih yang biasa digunakan warga kini sudah mulai berkurang. Sebagian besar kolong—sumber air baku utama di Babel—juga telah mengering.

"Untuk air bersih saat ini mungkin sudah mulai menyusut. Sumber-sumber air baku kita yang kolong-kolong sebagian besar juga sudah mulai kering," ujar Agus, Senin 14 September 2026.

Guna mengantisipasi krisis air yang meluas, BPBD Babel terus berkoordinasi dan mendampingi instansi terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS), dalam penyaluran air bersih ke masyarakat. BWS sendiri didukung armada dan fasilitas pengambilan air yang memadai, sementara BPBD siap menurunkan bantuan tambahan jika diperlukan.

Menghadapi kondisi ini, Agus menekankan dua poin penting yang harus menjadi perhatian bersama Penghematan dan Perlindungan Air masyarakat diminta mengelola dan menjaga sumber air yang masih ada semaksimal mungkin.


“Warga dilarang membakar lahan secara sembarangan karena risiko kebakaran hutan yang masih tinggi dan berpotensi merusak lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi mengatakan, saat ini Babel sedang memasuki puncak dari musim kemarau di bulan September ini.

“Sedangkan untuk musim kemarau diprakirakan berakhir antara periode bulan November hingga Desember. Dan untuk curah hujan sendiri akan bertahap,” kata Slamet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....