Gelombang Tinggi, Nelayan Belitung Timur Kurangi Aktivitas Melaut
- 13 Sep 2026 15:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Gelombang tinggi dan angin kencang membuat sejumlah nelayan tradisional di Kabupaten Belitung Timur mengurangi aktivitas melaut. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak Juni 2026 dan berdampak pada pendapatan nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan di laut.
Salah satu nelayan Desa Baru, Belitung Timur, Ade mengatakan sejak kondisi cuaca memburuk, dirinya tidak dapat rutin melaut. Ia hanya turun ke laut ketika kondisi cuaca dinilai memungkinkan.
"Kalau tidak salah dari bulan enam. Kadang-kadang nyuri-nyuri, kalau cuaca agak memungkinkan, baru turun," ujar Ade, Minggu, 13 September 2026.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir aktivitas melaut hanya dilakukan beberapa kali. Pada bulan ini, ia mengaku baru sekitar dua hingga tiga kali turun ke laut dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca.
Minimnya aktivitas melaut juga berdampak terhadap pendapatan. Ade mengatakan, ketika tidak dapat melaut, dirinya hanya bisa menunggu hingga kondisi cuaca kembali memungkinkan.
"Bagaimana lagi, ya menunggu. Harapannya cuma satu, bisa melaut lagi. Karena dari melaut itu pendapatan kami," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur Robby Yanuar mengimbau nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca sebelum memutuskan melaut. Nelayan diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi gelombang dan angin dinilai membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau nelayan untuk melihat kondisi cuaca sebelum melaut. Kalau cuaca kurang baik, jangan dipaksakan. Utamakan keselamatan dan tunggu sampai kondisi laut kembali aman,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....