Dua Hari Penerbangan ke Jakarta Batal, Hampir 4 Ribu Penumpang Depati Amir Terdampa
- 08 Sep 2026 17:22 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Sebanyak 3.947 calon penumpang terdampak pembatalan penerbangan dari dan menuju Jakarta di Bandara Depati Amir Pangkalpinang selama dua hari, yakni pada 6 dan 7 September 2026.
Pembatalan terjadi menyusul terganggunya operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
General Manager (GM) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhamad Haekal, mengatakan total terdapat 28 penerbangan ke Jakarta yang batal beroperasi selama dua hari tersebut.
“Yang batal itu hanyalah penerbangan ke Jakarta saja, karena dominan rute ke Soekarno-Hatta yang ditutup. Terimbas sangat signifikan dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Haekal, Selasa 8 September 2026.
Menurut Haekal, pembatalan penerbangan hanya terjadi pada rute Jakarta–Pangkalpinang dan Pangkalpinang–Jakarta. Sementara penerbangan dengan tujuan lainnya masih tetap berjalan.
Beberapa rute yang tetap beroperasi di antaranya penerbangan menuju Palembang, Belitung, dan Yogyakarta. Namun, untuk penerbangan tujuan Yogyakarta sempat mengalami keterlambatan hingga delapan jam.
Haekal menjelaskan, meskipun kondisi di Bandara Depati Amir dinyatakan aman, kondisi di bandara tujuan menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian penerbangan.
Pasalnya, abu vulkanik akibat erupsi tidak serta-merta menghilang setelah aktivitas erupsi berakhir. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan penerbangan, khususnya terhadap kinerja mesin pesawat.
“Sejak pagi erupsi sudah selesai, namun abu vulkanik tidak serta-merta hilang. Di Depati Amir aman, tapi di bandara tujuan itu yang menjadi kendala,” ujarnya.
Ia menegaskan pembatalan penerbangan bukan disebabkan kelalaian maskapai. Keputusan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keselamatan penumpang maupun awak pesawat.
Sementara itu, mulai Selasa, 8 September 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir mulai kembali normal.
“Kita batal menghadiri acara di Jakarta, tapi mau apa lagi, namanya juga bencana alam,” kata salah satu penumpang yang terpaksa mengganti jadwal penerbangan tujuan Jakarta, Suhaimi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....