Intentitas Karhutla di Babel Tinggi sejak 3 Bulan Terakhir

  • 08 Sep 2026 17:55 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepualauan Bangka Belitung (Babel) mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berjumlah 570 titik kebakaran dari Januari hingga awal September 2026. Luasan tersebut mencapai 1200an hektar. Intetitas tinggi tersebut terjadi tiga bulan terakhir.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, mengatakan, kebakaran yang terjadi dapat diatasi oleh sejumlah petugas pemadam kebakaran.

"Posisi pada laporan yang ada hampir seluruh laporan itu bisa ditangani kebakaran. Hanya memang agak banyak kemarin terjadi kebakaran," ujar Agus, Selasa 8 September 2026.

Ia menambahkan, titik kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di bagian barat atau Kabuaten Bangka Barat dan pesisir Timur Pulau Bangka.

"Informasi titik kebakaran, kita dapat kemarin masih di posisi sama pesisr Barat Pulau Bangka dan pesisir Timur di Pulau Bangka," katanya.

Sejauh ini, berdasarkan temuan di lapangan, kata Agus, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan dan pembakaran sampah yang apinya tidak terkendali. Selain itu, kebakaran juga dapat dipicu oleh kelalaian lainnya.

"Sejauh ini dari lapangan ada membuka lahan dan melakukan pembakaran sampah sehingga tidak terkendali apinya. Atau ada kecerobahan lain sehingga terjadi kebakaran," katanya.

Agus juga mengimbau ke masyarakat, untuk lebih memperhatikan lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Maupun membuka lahan dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, meskipun petugas BPBD daerah telah sigap melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran. Tetapi upaya pencegahan tetap membutuhkan peran masyarakat dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan

"Informasi lain, sesuai dengan prediksi BMKG bahwa pada bulan September ini, arah angin sudah mulai berubah. Dari arah selatan berubah ke barat sehingga ada potensi asap masuk ke Babel. Artinya, asap tidak tebal sudah mulai ada, imbas dari Sumatera ke arah Bangka Belitung," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi mengatakan, saat ini Babel sedang memasuki puncak dari musim kemarau di bulan September ini.

“Sedangkan untuk musim kemarau diprakirakan berakhir antara periode bulan November hingga Desember. Dan untuk curah hujan sendiri akan bertahap,” kata Slamet.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....