Harga Ayam Melonjak, DPKP Babel Fokus Penanganan Inflasi
- 01 Sep 2026 20:41 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) fokus pengawasan pangan saat ini tertuju pada penanganan inflasi, khususnya menyikapi tingginya harga daging ayam di wilayah tersebut.
Kepala DPKP Babel, Kurniawan mengatakan, pihaknya diminta oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar memberikan perhatian khusus serta langkah tindak lanjut atas lonjakan harga yang terjadi. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi inflasi bersama Kemendagri secara virtual Senin 31 Agustus kemarin.
Meski belum memfokuskan pengawasan pada potensi penimbunan akibat fenomena cuaca atau kemarau, DPKP Babel memastikan Satuan Tugas (Satgas) Pangan siap bergerak cepat jika ditemukan indikasi permainan harga di lapangan.
"Belum ke arah sana (pengawasan penimbunan kemarau). Kemarin fokus rapatnya memang khusus inflasi dari Kemendagri, menindaklanjuti harga daging ayam di Babel yang terpantau tinggi," kata Kurniawan, Selasa 1 September 2026.
DPKP Babel akan terus memantau fenomena pergerakan harga serta menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau penyelewengan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah tak segan melakukan penindakan tegas melalui inspeksi mendadak (sidak) hingga berkoordinasi dengan Tim Satgas Saber Pungli/Pusat.
"Nanti kita lihat fenomenanya atau laporan yang masuk untuk menentukan intervensinya. Kalau ada penyelewengan harga, kita bisa sidak dan libatkan Tim Satber," katanya.
Di samping langkah pengawasan, DPKP Babel juga mengimbau kepada para agen dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih. Pelaku usaha diminta tetap mematuhi Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami imbau para pedagang dan terutama agen untuk menempatkan harga yang wajar. Semua sudah tahu HAP-nya berapa, jadi mari kita upayakan agar masyarakat tetap bisa menikmati bahan pangan dengan harga yang baik," katanya.
Diberitakan terpisah, harga daging ayam potong di sejumlah pasar di Sungailiat tembus Rp53 ribu saat ini. Sebelumnya berada di kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Sungailiat Leni mengaku, harga dari pemasok kembali mengalami kenaikan sehingga pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Harga dari pemasok naik, jadi kami juga terpaksa menyesuaikan harga jual. Sekarang ayam sudah sekitar Rp53 ribu per kilogram,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Terkait penyebab kenaikan harga ayam, Leni mengaku tidak mengetahui pasti, namun saat ini para pedagang pengecer pun dibatasi dalam pengambilan ayam untuk persiapan dijual setiap harinya.
“Sekarang kita dibatasi, misalnya biasanya dapat 80 ekor, sekarang cuma 60,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....