Ujung Tombak Cegah Stunting, Kapasitas TPK di Bangka Perlu Ditingkatkan
- 26 Agt 2026 09:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Tim Pendamping Keluarga atau TPK di Kabupaten Bangka dinilai masih kurang kualitas. Padahal mereka ujung tombak dalam edukasi keluarga berisiko stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Mina mengatakan kapasitas TPK perlu terus ditingkatkan. Sebab TPK langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk penyuluhan dan edukasi keluarga berisiko stunting.
"Untuk Kabupaten Bangka saya lihat TPK sudah bergerak namun perlu dukungan kita terutama cara edukasi mereka kepada masyarakat bagaimana. Karena saya lihat sampai sekarang TPK hanya semangat namun dari segi kualitas mereka harus ditambah lagi," jelas Mina.
Menurut Mina, pembinaan terhadap TPK harus dilakukan oleh dinas, PKB dan PLKB di setiap kecamatan. "Peran PKB dan PLKB yang ada di setiap kecamatan untuk memberikan pembinaan kepada Tim Pendamping Keluarga," tambahnya.
Mina menegaskan TPK memiliki peran penting dalam pencegahan stunting. Tugasnya meliputi kunjungan rumah, pendataan keluarga, pemantauan ibu hamil dan balita, serta memberikan informasi kesehatan keluarga.
Sebelumnya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat kunjungan ke Babel juga menekankan peran TPK.
"Untuk TPK Babel yang hadir di acara GENTING ini harus lebih memperkuat peran dan tugas pentingnya. Kinerja kalian sangat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan di setiap keluarga," jelas Wihaji.
DP2KBP3A Bangka akan terus melakukan pembinaan agar TPK mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....