Sektor Pertanian, Babel Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Kekeringan
- 25 Agt 2026 12:36 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah menyiapkan serangkaian infrastruktur dan langkah strategis di sektor pertanian guna menghadapi kemarau panjang.
Kepa DPKP Babel, Kurniawan mengatakan, sebanyak 54 unit bangunan konservasi air yang terdiri dari embung, dam parit, dan long storage telah dibangun sebagai tempat cadangan air, disertai penyediaan bantuan pompa air bagi kelompok-kelompok tani.
“Pemerintah akan menerapkan pola tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAS) di lokasi-lokasi sawah beririgasi. Petani yang terlibat akan mendapatkan dukungan berupa bantuan benih dan sarana produksi pertanian (saprodi),” kata Kurniawan, Senin 24 Agustus 2026.
Kurniawan optimistis penerapan sistem PMAS dapat menggenjot produktivitas lahan secara signifikan.
"Sistem PMAS ini berpotensi meningkatkan hasil panen minimal dua kali lipat dari sebelumnya, dengan potensi maksimal hingga 10 ton per hektar. Jika sebelumnya produktivitas lahan persawahan berkisar antara 2 hingga 3 ton per hektar, melalui pola pertanian modern ini dapat ditingkatkan menjadi 6 hingga 8 ton per hektar," katanya.
Terpisah, Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, mengatakan, BMKG mewanti-wanti para petani agar menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi iklim kemarau panjang.
Petani diimbau untuk sementara waktu tidak memaksakan menanam padi guna menghindari risiko gagal panen akibat kekurangan air.
"Kami menyarankan petani beralih ke tanaman yang lebih tahan cuaca kering dan tidak membutuhkan banyak air, contohnya kacang-kacangan atau komoditas lain yang sesuai dengan kondisi tanah setempat. Langkah ini penting agar petani tidak mengalami kerugian besar," kata Slamet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....