BPBD Belitung Perkuat Regu Damkar Pascakecelakaan Kemarin
- 24 Agt 2026 14:04 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung akan memperkuat jumlah personel dalam setiap regu pemadam kebakaran, sebagai langkah antisipasi pascakecelakaan mobil Damkar saat menjalankan misi pemadaman karhutla.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison mengatakan, penambahan personel akan dilakukan dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) maupun unsur lainnya sehingga kekuatan setiap regu dapat lebih optimal.
"Ke depan kami akan berusaha menambah atau mengganti personel dari tim TRC maupun unsur lainnya. Jadi, kekuatan dalam satu regu bisa lebih diperkuat, mengingat satu regu ini jumlah personelnya cukup terbatas," kata Zainal, Senin 24 Agustus 2026.
Saat ini, satu regu Damkar BPBD Belitung terdiri dari sembilan personel dengan sistem piket selama 24 jam. Setelah menyelesaikan tugas, regu tersebut akan bergantian dengan regu berikutnya untuk memberikan waktu istirahat kepada personel.
Zainal menyebut, pola penanganan karhutla selama ini masih mengandalkan laporan masyarakat. Namun, ke depan pihaknya akan menyesuaikan pengerahan personel dengan kondisi di lapangan, terutama ketika situasi kebakaran dinilai semakin mengkhawatirkan.
"Kalau memang situasinya sudah sangat mengkhawatirkan, kami akan berkolaborasi dengan seluruh elemen yang ada," ujarnya.
Kolaborasi tersebut akan diperluas dengan melibatkan TNI maupun perangkat daerah lainnya. Menurut Zainal, Bupati Belitung juga telah berkoordinasi dengan Kodim 0414/Belitung dan Yonif TP 845/KS untuk membantu penanganan kebakaran.
Selain itu, BPBD juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum yang sebelumnya turut membantu melalui kendaraan bertangga untuk mendukung penanganan kebakaran.
Zainal menjelaskan, tingginya kejadian kebakaran turut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Pada Sabtu, terdapat sekitar tujuh kejadian kebakaran yang harus ditangani petugas.
Kondisi lahan gambut juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan pasokan air dalam jumlah besar. Api yang berada di bagian bawah permukaan tanah menyebabkan petugas harus melakukan penanganan lebih lama di satu lokasi.
"Karena titik apinya berada di bagian bawah, proses pemadaman bisa berlangsung hingga sore, sehingga cukup lama berada di satu lokasi," katanya.
Zainal meminta masyarakat memahami kondisi petugas ketika terdapat banyak titik kebakaran yang harus ditangani secara bersamaan. Menurutnya, prioritas utama dalam penanganan karhutla adalah memastikan keselamatan masyarakat dan mengamankan aset yang terdampak.
Diberitakan sebelumnya, mobil tangki suplai air milik BPBD Kabupaten Belitung mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Renati, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Minggu pagi, saat hendak menuju lokasi karhutla.
Armada tersebut membawa muatan air untuk mendukung pemadaman api. Kecelakaan terjadi saat kendaraan melintasi tikungan hingga oleng, terbalik dan keluar dari badan jalan.
Tiga personel Damkar BPBD Belitung yang berada di dalam armada mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD Marsidi Judono Belitung untuk mendapatkan perawatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....