Bupati Bangka: Jembatan Merah Putih Bantu Atasi Keterbatasan Anggaran

  • 13 Agt 2026 16:58 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka diresmikan, Kamis 13 Agustus 2026. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga di wilayah setempat.

Bupati Bangka Fery menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan, khususnya masyarakat bersama jajaran TNI dan Polri.

Menurutnya, pembangunan fasilitas daerah yang dilakukan melalui sinergi TNI dan Polri merupakan hal yang patut diapresiasi, terlebih di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Terima kasih atas partisipasi masyarakat bersama pihak kepolisian dan TNI. Jarang di era sekarang kita melihat TNI dan Polri bahu-membahu membangun fasilitas daerah,” ujar Fery.

Ia mengatakan, Jembatan Merah Putih Presisi memiliki manfaat besar karena menjadi akses penghubung bagi dua desa yakni Desa Air Ruai dan Desa Pemali. Tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan juga dinilai dapat memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Bupati Bangka Fery Insani menyampaikan sambutan saat peresmian jembatan merah putih (Foto : RRI/Sari)

Bupati menyebutkan, Kabupaten Bangka masih memiliki sejumlah jembatan yang membutuhkan perbaikan. Namun, upaya perbaikan tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.

“Di Kabupaten Bangka ini ada banyak jembatan yang perlu diperbaiki, namun masih terkendala dengan anggaran. Untuk itu kami sangat terbantu dengan program Presiden melalui Jembatan Merah Putih,” katanya.

Fery berharap, keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Selain sebagai sarana penghubung, jembatan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Sementara Warga Setempat Suina mengaku terbantu dengan adanya jembatan merah putih presisi, namun perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala.

“Karena jembatan ini merupakan jembatan darurat, yang dulunya pernah dibangun berbahan besi, tetapi rusak akibat kikisan air sungai dan musim hujan,” kata Suina.

Diakui, keberadaan jembatan sangat penting sebagai akses masyarakat setempat, karena dibalik jembatan banyak pemukiman warga dan kebun warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....