Pusdalops BPBD Bangka Belitung Pantau Potensi Kebencanaan Real-time
- 11 Agt 2026 20:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengoptimalkan peran gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melalui fasilitas Command Center guna memantau dinamika bencana alam di wilayahnya, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini tengah marak terjadi dampak fenomena cuaca El Nino.
Melalui sistem pemantauan berbasis satelit yang ditampilkan pada peta digital secara real-time, petugas dapat memetakan persebaran titik panas (hotspot) dan potensi titik api di seluruh kabupaten/kota se-Bangka Belitung. Indikator warna kuning hingga merah digunakan untuk mengukur tingkat intensitas kejadian di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Agus Afandi, mengatakan, berdasarkan data pemantauan terkini dari sistem Pusdalops, tercatat puluhan titik kebakaran aktif yang sedang ditangani.
"Saat ini terdeteksi ada 34 titik kebakaran di wilayah Provinsi Bangka Belitung. Intensitasnya cukup lumayan dan tim di lapangan terus melakukan pemantauan secara intensif," ujar Agus, Selasa 11 Agustus 2026.
Agus menambahkan, data mengenai total luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim lapangan bersama operator sistem.
Selain difokuskan untuk penanganan karhutla, Pusdalops BPBD Babel juga dirancang untuk memantau potensi bencana alam lainnya di tingkat regional maupun nasional. Berbagai potensi ancaman seperti angin puting beliung, banjir, hingga informasi gempa bumi di berbagai daerah di Indonesia dapat dipantau secara langsung melalui integrasi data satelit.
Dengan adanya fasilitas pusat kendali ini, BPBD Babel berharap respon kebencanaan dan koordinasi penanganan darurat di wilayah Bangka Belitung dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
“Kalau untuk Bangka Belitung ya otomatis kan kebakaran, kemungkinan ada angin puting beliung juga ada, bisa juga mungkin banjir, gitu kan. Atau mungkin ada kejadian-kejadian alam lain yang bisa kita pantau dari satelit,” katanya.
Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang Slamet Supriadi mengatakan, El Nino ini diprediksikan terjadi hingga di awal tahun depan.
Untuk titik panas atau hotspot di Babel saat ini tercatat antara 30 sampai 40 titik dan kemungkinan ada perubahan karena sistem update dua kali sehari.
“Dan kita harus lihat perkembangannya. Nanti sore biasanya kita update. Jadi 1 hari kita update 2 kali. Apakah perkembangannya ada bertambah ataukah berkurang. Karena kan biasanya kadang ketika ditemukan titik hotspot, teman-teman yang di lapangan masing-masing kabupaten biasanya langsung mengecek ke lapangan ke lokasi sesuai dengan koordinat,” kata Slamet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....