Empat Nelayan Belitung Belum Ditemukan usai Kapal Ditabrak di Kepri
- 11 Agt 2026 17:39 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Empat nelayan asal, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, masih dalam pencarian setelah kapal yang mereka tumpangi diduga ditabrak kapal kargo di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Kapal berukuran 6 GT tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjungpandan pada Senin, 3 Agustus 2026, membawa lima orang. Satu ABK bernama Khairul berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara empat orang lainnya yang masih dicari yakni nakhoda Syamsir, serta Andi E Syamsu, Agustono dan Muhammad Irfan.

Badina, istri Andi E Syamsu, mengatakan suaminya berangkat melaut pada Senin subuh bersama empat orang lainnya. Sejak keberangkatan tersebut, keluarga tidak lagi berkomunikasi karena keterbatasan jaringan di lokasi mereka melaut.
"Suami saya berangkat Senin subuh, 3 Agustus 2026. Setelah itu kami tidak lagi berkomunikasi karena memang tidak ada sinyal di lokasi. Komunikasi terakhir kami sebelum suami berangkat," kata Badina, saat ditemui RRI dikediamannya, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Badina, suaminya memang rutin melaut untuk bekerja. Biasanya, suaminya berada di laut sekitar sembilan hingga sepuluh hari sebelum kembali ke rumah.
Kabar mengenai kecelakaan tersebut baru diterima keluarga setelah salah satu ABK yang selamat berhasil ditemukan pada Senin 10 Agustus 2026.
Badina mengatakan, anaknya, Syamsir, juga berada di kapal tersebut dan bertugas sebagai nakhoda. Syamsir telah memiliki istri dan seorang anak yang usianya belum genap satu tahun.
"Di dalam perahu itu ada lima orang. Suami saya dan anak saya juga ada di dalamnya. Harapan saya cuma satu, semoga keluarga saya semuanya selamat dan suami saya bisa segera ditemukan," ujarnya.

Badina mengaku langsung mencari informasi setelah mengetahui kapal yang ditumpangi suami dan anaknya mengalami kecelakaan.
Ia berharap proses pencarian dapat segera menemukan suami, anak dan dua korban lainnya dalam kondisi selamat.
Sementara itu, Wandi, bos sekaligus penampung hasil melaut para korban, mengatakan kelima nelayan tersebut berangkat dari Tanjungpandan menuju wilayah Pengikik yang selama ini menjadi salah satu lokasi rutin mereka mencari cumi.
| Baca juga: BPBD Babel Ingatkan Warga Waspada Karhutla |
"Total ada lima orang di dalam kapal, termasuk nakhoda. Perjalanan menuju lokasi biasanya memakan waktu sekitar dua hari satu malam," kata Wandi.
Wandi mengatakan, informasi mengenai kecelakaan tersebut diterima pada Senin siang melalui telepon dari salah satu korban yang selamat.
Menurut keterangan korban, kapal mereka ditabrak kapal lain sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB saat para kru sedang beristirahat.
"Lampu untuk memancing sudah dimatikan dan hanya lampu navigasi yang masih menyala. Tiba-tiba kapal lain sudah berada sangat dekat dan langsung menabrak kapal mereka. Karena situasinya sudah mendesak, para kru hanya sempat melompat ke laut," ujarnya.
Setelah terpisah dari rekan-rekannya, Khairul kemudian ditemukan dan ditolong oleh nelayan setempat di sekitar wilayah Tambelan.
Wandi menyebut pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas dan berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang karena lokasi kejadian masuk wilayah kerja mereka.
Saat ini, pencarian terhadap empat nelayan yang masih hilang masih dilakukan. Pihak keluarga dan penampung hasil melaut para korban masih menunggu perkembangan dari tim SAR di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....