Gudang PT Timah Dijaga Ketat Pascademonstrasi Ribuan Penambang
- 08 Agt 2026 00:07 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Aparat gabungan memperketat pengamanan di Gudang Timah di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, usai aksi unjuk rasa ribuan penambang rakyat yang berlangsung di Kantor Operasional PT Timah, Jumat 7 Agustus 2026.
Pengamanan melibatkan personel dari Polres Belitung Timur, Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung, Yonif TP 145/KS, serta Kodim 0414/Belitung. Aparat disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pascaaksi.
Kapolres Belitung Timur, AKBP Dr. Husni Tamrin, mengapresiasi seluruh personel gabungan yang telah mengamankan jalannya aksi hingga situasi tetap terkendali. Menurutnya, aksi massa sempat menunjukkan eskalasi yang mengarah pada tindakan anarkis, namun berhasil dicegah berkat kesiapsiagaan aparat di lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel TNI dan Polri yang telah menjalankan tugas pengamanan dengan baik. Kedepan kami akan terus melakukan evaluasi dan mengantisipasi perkembangan situasi pascaaksi," kata AKBP Husni Tamrin.
Ia juga menyebut sempat terdapat indikasi pergerakan massa menuju sejumlah gudang di kawasan operasional PT Timah. Namun, langkah cepat aparat gabungan berhasil menghalau massa sehingga tidak terjadi tindakan perusakan maupun penjarahan.
Menurut Husni, secara prinsip pihak PT Timah telah memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan para penambang. Meski demikian, realisasi kebijakan yang diminta massa masih menunggu hasil koordinasi internal perusahaan bersama jajaran yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan.
"Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, aparat gabungan masih disiagakan di sejumlah titik strategis. Pengamanan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar kondusif, termasuk mengantisipasi potensi aksi lanjutan di sejumlah lokasi pembelian timah masyarakat," katanya.
Kapolres juga meminta seluruh personel tetap meningkatkan kewaspadaan sembari menunggu tindak lanjut dari PT Timah terhadap tuntutan yang disampaikan para penambang. Menurutnya, langkah antisipasi diperlukan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Belitung Timur tetap terjaga.
Salah satu Penambang, Tatap menegaskan tuntutan utama yang disampaikan bukan semata-mata agar fasilitas meja goyang kembali dibuka. Menurutnya, yang paling diharapkan para penambang adalah adanya kepastian pembelian hasil tambang sehingga timah yang mereka produksi dapat segera terjual dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.
"Intinya kami tidak mempersoalkan meja goyang dibuka atau tidak. Yang kami inginkan hasil timah kami bisa dijual. Kalau timah bisa laku, kami bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Tatap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....