Bangka Belitung Siaga Kahrutla dampak El Nino

  • 10 Agt 2026 13:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang– Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama jajaran Forum Koordinasi Daerah (Forkopimda) menggelar apel pasukan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Mapolda Babel, Senin 10 Agustus 2026. Apel ini bentuk kesiapsiagaan dan sinergitas lintas instansi dalam mengantisipasi ancaman karhutla, khususnya di tengah dampak cuaca ekstrem El Nino.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan, apel tahunan ini bertujuan memastikan kekompakan dan kesiapan seluruh personel dari tingkat provinsi hingga desa.

Meskipun kondisi wilayah Bangka Belitung saat ini dipastikan aman dan belum ditemukan titik rawan yang menonjol, posko pengaduan serta posko siaga berbasis teknologi (posko siber) telah disiagakan.

"Kondisi pagi ini alhamdulillah aman semua dan kita sudah memasang posko pengaduan di seluruh Bangka Belitung. Jika ada kejadian, petugas akan merespons cepat dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Meskir sarana dan prasarana menangani Karhuta di babel terbilang sederhana, namun kata dia, pihaknya punya semangat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Ya, kalau kita lihat memang alat kita sangat sederhana, tetapi kita punya semangat untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Sementara, Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Sihombing menekankan, pentingnya menjaga kesiapsiagaan terpadu yang melibatkan kekuatan gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Basarnas, BPBD, hingga pihak terkait lainnya.

"Kesiapsiagaan ini perlu kita jaga terus sebagai antisipasi cuaca kemarau dan panas berkepanjangan akibat El Nino. Apabila muncul titik api, personel gabungan ini yang akan langsung turun memadamkan," kata Viktor.

Terkait upaya pencegahan, Kapolda mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan. Pihaknya menegaskan akan mengedepankan tindakan persuasif dan edukasi, namun tidak menutup kemungkinan melakukan penegakan hukum tegas jika terjadi pelanggaran hukum yang disengaja.

"Kami mengutamakan imbauan agar jangan membuka lahan dengan membakar, termasuk membakar sampah. Api saat masih kecil adalah kawan, tetapi kalau sudah besar bisa menjadi lawan. Jika ada yang melanggar, penegakan hukum yang efektif akan dilakukan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....